Diskominfo Kukar Planetarium Jagad Raya Tenggarong, Wahana Membuka Jendela Antariksa

Planetarium Jagad Raya Tenggarong, Wahana Membuka Jendela Antariksa

6
SHARE
Keterangan foto: Planetarium Jagad Raya Tenggarong akhirnya buka kembali. Wadah belajar ilmu galaksi ini begitu dinanti setelah vakum empat tahun. (dok. Kontributor)

Mediasiutama.com, Tenggarong – Setelah hiatus selama empat tahun, Planetarium Jagad Raya Tenggarong bakal menyambut kembali para pengunjung yang ingin menjelajahi keajaiban langit. Berlokasi di Kota Raja Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), planetarium ini telah menjadi saksi bisu perkembangan astronomi di Kota Raja.

Setelah dibuka kembali pada 1 Januari 2024, warga bisa menikmati peragaan galaksi dengan tiket masuk yang terjangkau, Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak. Planetarium Jagad Raya beroperasi setiap hari dari jam 09.00 hingga 16.00 Wita.

M Ridha Fitrianta, Kepala Bidang Pengelolaan Objek dan Sarana Kepariwisataan Dispar Kukar, mengungkapkan optimisme terhadap peningkatan jumlah pengunjung. “Kami berharap planetarium ini akan terus penuh. Ini adalah salah satu dari sedikit planetarium di Indonesia, dan memiliki nilai edukatif yang tinggi,” ujar Ridha pada Kamis (21/3/2024).

Ridha dan timnya kini memiliki visi untuk menghidupkan kembali film antariksa yang menjadi salah satu daya tarik utama planetarium. Selain itu, ada rencana pengembangan fasilitas dengan penambahan teropong bintang. “Teropong bintang sudah kami miliki, yang kami perlukan hanyalah tempat yang tepat untuk menempatkannya. Kami akan mengembangkan area di sekitar planetarium untuk ini,” terang Ridha.

Sementara itu, Wedy Handoko, Operator Planetarium Jagad Raya, menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap planetarium sangat menggembirakan. “Kami telah melakukan promosi di media sosial dan responsnya sangat positif. Mayoritas pengunjung datang dari Tenggarong, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Samarinda,” kata Wedy.

“Baru-baru ini, kami memiliki delapan sesi penayangan film dengan kapasitas 90 kursi per sesi. Kami juga telah mengganti proyektor lama dengan produk baru dari Amerika Serikat,” tutupnya dengan semangat.

(Adv/Diskominfo Kukar)

Print Friendly, PDF & Email