April 4, 2025


Mediasiutama, PENAJAM. Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Bupati Mudyat Noor menyoroti keterbatasan daerah.

Dia mengatakan, PPU masih termasuk salah satu daerah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nomor 2 yang paling rendah di Kaltim.

Disebutkan, bantuan keuangan (Bankeu) yang dialokasikan untuk PPU dari Pemerintah Provinsi Kaltim masih jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain, yakni hanya berkisar Rp 60-70 miliar.

Menurutnya dengan adanya Kecamatan Sepaku sebagai bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN), seharusnya pembangunan di PPU juga dipercepat agar dapat berkembang sebagai daerah penyangga utama IKN,

“Kami berharap PPU mendapat perhatian lebih besar,” ujar Mudyat dalam acara pembukaan Ramadan Fest di kompleks Islamic centre, Kelurahan Nipah-Nipah, Kamis (13/3/2025).

Dia membandingkan besaran Bankeu yang diterima PPU dengan daerah lain di Kaltim. Kabupaten Paser, misalnya, menerima lebih dari Rp 500 miliar, sedangkan Kota Samarinda hampir Rp 1 triliun.

“PPU hanya mendapatkan porsi yang sangat kecil, bahkan kurang dari 10% dibandingkan daerah lain. Hal ini tentu membatasi ruang gerak kami dalam pembangunan,” jelasnya.

Mudyat berharap, dengan kepemimpinan Gubernur Kaltim yang baru, perhatian terhadap PPU bisa lebih maksimal.

“Saya optimis gubernur yang baru bisa memberikan perhatian lebih. Apalagi dukungan besar dari PPU hampir 70%,” pungkasnya. (*na/adv/Diskominfo PPU)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *