January 31, 2026


Mediasiutama, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pulau Kumala dan Waduk Panji menjadi dua destinasi yang kini menjadi fokus revitalisasi.

Melalui Dinas Pariwisata (Dispar Kukar), berbagai kawasan wisata mulai disiapkan dengan konsep pengembangan jangka panjang. Selain dua lokasi tersebut, Dispar juga mengelola Planetarium, Pantai Tanah Merah, Tugu Ekuator, kolam pemancingan Loa Kulu, dan Temanggungan Bukit Biru.

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kukar, Arianto, menyampaikan pentingnya penataan kembali seluruh destinasi agar memberi dampak nyata bagi ekonomi daerah.

“Ketika saya masuk, ternyata belum ada konsep master plan untuk pengembangan destinasi wisata,” ujar Arianto dalam keterangannya.

Ia menyebut saat ini kementerian pariwisata telah turun tangan menyusun rancangan besar bagi pengembangan kawasan prioritas.

“Kementerian Pariwisata RI telah membantu menyusun grand design untuk Pulau Kumala. Kami akan pelajari dan tindak lanjuti pengembangannya,” ungkapnya.

Pulau Kumala Siap Punya Wahana Baru
Pulau Kumala disebut-sebut akan menjadi ikon baru wisata Kukar. Salah satu daya tarik yang disiapkan adalah pembangunan wahana waterboom. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun luar daerah.

“Pulau Kumala akan jadi salah satu prioritas. Kami ingin destinasi ini benar-benar hidup kembali,” tutur Arianto.

Sementara itu, Waduk Panji juga akan diubah menjadi kawasan wisata alam yang ramah keluarga dan cocok untuk berbagai kegiatan luar ruang.

“Kami ingin Waduk Panji bisa berkembang tidak hanya sebagai wisata alam, tetapi juga lokasi meeting dan gathering di alam terbuka,” katanya.

Tugu Ekuator Merangkayu Didorong Jadi Rest Area Edukasi
Dispar Kukar juga menaruh perhatian pada Tugu Ekuator di Merangkayu. Letaknya yang strategis di jalur Bontang–Berau memberi peluang besar sebagai titik singgah wisata.

“Rest area ini akan kami kembangkan dengan konsep wisata kuliner dan edukasi, karena berada tepat di garis khatulistiwa,” jelas Arianto.

Tugu Ekuator bukan hanya simbol geografis, tapi juga bisa menjadi sarana edukatif bagi pelajar dan wisatawan yang melintas.

Penataan Taman Hingga UMKM Juga Diperhatikan
Selain destinasi alam, Pemkab Kukar juga menyasar kawasan perkotaan seperti Taman Eks Tanjung dan kawasan Puja Serai. Taman Eks Tanjung akan ditata ulang agar lebih nyaman dan representatif sebagai ruang publik keluarga.

“Kami ingin Taman Eks Tanjung benar-benar menjadi tempat rekreasi yang nyaman,” ucapnya.

Penataan taman juga akan melibatkan OPD terkait, khususnya Dinas Koperasi, agar keberadaan UMKM di dalam kawasan ikut berkembang.

“Kami terus berdiskusi agar Dispar Kukar bisa berperan aktif dalam mengelola dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif,” tambah Arianto.

Pengelolaan destinasi wisata ke depan tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga integrasi layanan dan kolaborasi dengan pelaku ekonomi lokal.

Arianto berharap, melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat, pengembangan destinasi wisata ini akan membawa multiplier effect bagi kemajuan daerah.

“Semua program ini dirancang demi kemajuan pariwisata dan perekonomian kreatif Kukar,” pungkasnya.

Adv/Dispar Kukar

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *