
Mediasiutama, Kukar – Momen libur panjang Idulfitri membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Kukar. Salah satu destinasi andalan, Tanah Merah Samboja, sukses meraih pendapatan fantastis hanya dalam hitungan hari.
Selama empat hari libur, wisata berpanorama eksotis itu membukukan pemasukan sebesar Rp100 juta. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa antusiasme masyarakat terhadap wisata lokal tengah mengalami peningkatan signifikan.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyebut data tersebut berasal dari laporan resmi yang masuk dari pengelola objek wisata.
“Laporan yang kami terima menunjukkan tidak ada keluhan dari pengunjung terkait tiket masuk,” ungkap Arianto.
Ia mengatakan bahwa angka tersebut belum final. Masih ada potensi peningkatan karena libur Lebaran belum sepenuhnya berakhir.
“Minat masyarakat terhadap wisata lokal ternyata sangat tinggi. Ini peluang besar yang harus dimaksimalkan,” jelasnya.
Selama masa libur, Dinas Pariwisata Kukar juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik wisata di berbagai kecamatan.
“Monitoring kami menunjukkan operasional di lapangan cukup lancar. Fasilitas umum digunakan sesuai fungsi dan tidak ada aduan berarti,” katanya.
Arianto juga menanggapi wacana wisata gratis yang belakangan diterapkan oleh beberapa pemerintah daerah di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut umumnya berlaku di objek wisata yang langsung dikelola oleh pemerintah provinsi.
“Jika memang ada instruksi dari Gubernur untuk menerapkan bebas tiket, tentu kami akan menyesuaikan,” tegasnya.
Namun, untuk saat ini, tarif masuk masih berlaku seperti biasa. Pemerintah daerah masih mempertahankan skema berbayar demi mendukung operasional dan perawatan fasilitas.
“Tarif yang dikenakan masih tergolong normal dan tidak memberatkan. Hingga kini belum ada komplain yang berarti,” terang Arianto lebih lanjut.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan operasional destinasi wisata sangat bergantung pada pemasukan dari retribusi.
“Kalau semua digratiskan tanpa rencana matang, bisa mengganggu sistem pengelolaan. Maka kita harus melihat kondisi secara realistis,” tambahnya.
Ia juga melihat tren ini sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap kekayaan wisata lokal. Menurutnya, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan menikmati pariwisata daerah kini makin tumbuh.
“Kepuasan pengunjung menjadi prioritas kami. Maka, pelayanan dan fasilitas akan terus kami tingkatkan,” ujar Arianto.
Wisata Tanah Merah di Samboja dikenal luas karena keindahan bukit pasirnya yang memukau. Lokasi ini kerap menjadi tujuan favorit warga dari Kukar, Samarinda, dan Balikpapan.
Selain menyuguhkan keindahan alam, keberadaan wisata ini turut membawa efek positif bagi sektor ekonomi masyarakat sekitar.
Pedagang di sekitar area wisata juga menikmati lonjakan pendapatan berkat meningkatnya jumlah pengunjung selama libur Lebaran.
Jika tren ini berlanjut, sektor pariwisata Kukar diyakini mampu tumbuh pesat dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah ke depannya.
Adv/Dispar Kukar

