August 30, 2025


Mediasiutama, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar Kukar) terus menggencarkan pembangunan sektor ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Salah satu langkah strategis yang terus dikembangkan adalah program Simpang Odah Etam (SOE), ruang publik terbuka yang aktif setiap Sabtu malam dan kini menjadi episentrum baru kreativitas di jantung kota Tenggarong.

Berlangsung di Jalan Kartanegara, tepat di depan Pendopo Bupati Kukar, SOE menawarkan pengalaman menyeluruh bagi masyarakat dan wisatawan,mulai dari panggung pertunjukan seni, musik lokal, sajian kuliner khas daerah, hingga produk-produk unggulan UMKM yang dipamerkan langsung oleh pelaku usaha kecil.

Program ini telah berjalan konsisten sejak awal 2024 dan kini mulai membentuk ekosistem kreatif yang hidup, menggeliat, serta menarik perhatian masyarakat luas.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, menjelaskan bahwa SOE tidak hanya dirancang sebagai tempat hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis budaya.

“SOE merupakan bentuk konkret kehadiran pemerintah dalam mendorong ekonomi kreatif. Kami ingin pariwisata Kukar bukan sekadar destinasi fisik, tetapi juga ruang sosial yang menyatukan kreativitas, ekonomi, dan budaya lokal,” kata Zikri belum lama ini.

Ruang Ekspresi dan Penguatan UMKM
Zikri menambahkan bahwa SOE telah menjadi tempat strategis untuk mempertemukan seniman dan pelaku usaha kecil menengah dengan publik secara langsung. Ia menyebut banyak UMKM yang awalnya sulit menjangkau pasar, kini mulai dikenal dan merasakan dampak ekonomi dari keterlibatan dalam program ini.

“Pelaku UMKM tidak hanya berjualan, mereka membangun kepercayaan diri, memperluas jejaring pelanggan, dan belajar mengemas produk secara menarik. SOE memberikan mereka panggung yang layak,” ujarnya.

Selain itu, Dispar Kukar menggandeng berbagai perangkat daerah dalam pelaksanaan program ini, seperti Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk booth layanan publik, termasuk pendampingan izin usaha dan konsultasi legalitas bagi pelaku UMKM yang ingin naik kelas.

Sajian Hiburan Bernuansa Lokal
SOE juga dikenal sebagai tempat pertunjukan seni dan musik yang menonjolkan identitas Kukar. Setiap Sabtu malam, pengunjung disuguhi pertunjukan dari grup musik lokal, tari tradisional Kutai, hingga penampilan seni modern dari komunitas anak muda.

Kawasan tersebut semakin hidup dengan tenda-tenda kuliner yang menyajikan makanan khas Kutai seperti nasi bekepor, sagon, gence ruan, hingga produk kerajinan tangan seperti batik, aksesoris rotan, dan lukisan etnik.

“Masyarakat kini punya tempat untuk mengekspresikan diri, dan pengunjung bisa pulang dengan pengalaman budaya yang otentik,” ujar Zikri lagi.

Dukungan Infrastruktur dan Ekspansi Lokasi
Demi menjadikan SOE sebagai ikon baru Kukar, Dispar Kukar juga terus memperbaiki aspek visual kawasan. Penambahan elemen estetika seperti gapura bercorak adat, pencahayaan etnik, dan ornamen khas Kutai terus dilakukan. Bahkan, papan informasi dalam bahasa Kutai dan aksara lokal mulai dipasang untuk memperkuat nuansa budaya.

Zikri mengungkapkan bahwa pemerintah berencana memperluas model SOE ke kecamatan lain, agar ruang kreatif tak hanya terpusat di kota. Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis partisipasi masyarakat akan terus diutamakan.

“SOE bisa direplikasi. Semangatnya adalah kolaborasi. Kami ingin warga Kukar di mana pun bisa punya akses ruang publik yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan budaya,” paparnya.

Jadi Model Pariwisata Inklusif
Tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa Simpang Odah Etam diterima dan dibutuhkan. Setiap Sabtu malam, kawasan ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan—dari anak-anak muda, keluarga, hingga wisatawan luar kota.

“Ini bukti bahwa ekonomi kreatif bukan wacana, tapi bisa nyata di ruang publik. Dengan semangat kolaboratif, Kukar bisa menjadi contoh pengembangan pariwisata yang tak hanya berbasis destinasi, tapi juga berbasis rakyat,” tutup Zikri penuh keyakinan.

Adv/Dispar Kukar

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *