August 30, 2025


Mediasiutama, KUTAI KARTANEGARA – Masyarakat Desa Lebak Mantan, Kecamatan Muara Wis, menyambut antusias Festival Kampong Tuha Tepengo dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa ke-120 yang digelar penuh semangat budaya dan adat.

Acara yang berlangsung meriah itu menjadi bentuk upaya menggali, menghidupkan, serta melestarikan kembali budaya leluhur yang hampir terlupakan, sejalan dengan tema yang diangkat, yakni Nuju Suaka Beadat.

Kepala Desa Lebak Mantan, Satibi Yusuf mengatakan bahwa tema tersebut mencerminkan semangat masyarakat dalam merawat nilai-nilai adat yang menjadi identitas desa sejak dahulu.

“Kami ingin budaya adat yang mulai dilupakan dapat kembali tumbuh dan dikenal luas, tak hanya secara lokal, tapi juga nasional,” ujar Satibi.

Festival dimulai dengan berbagai perlombaan olahraga tradisional dan modern yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan, lalu dilanjutkan dengan penampilan seni dan budaya dari beragam etnis.

“Beragam pertunjukan adat kami tampilkan, mulai dari tarian Kutai, Jawa, Banjar, hingga Bugis yang mencerminkan keberagaman budaya kami,” jelas Satibi.

Puncak acara langsung kehadiran Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, yang secara resmi mengukuhkan usia ke-120 Desa Lebak Mantan.

“Dalam momen sakral itu, Sultan juga memberikan restu terhadap sejarah panjang desa ini yang merujuk pada masa kejayaan Kesultanan Kutai,” tambah Satibi.

Satibi juga menyampaikan, momen bersejarah itu turut dirangkai dengan pelantikan organisasi adat Sempekat Keroan dari tiga kecamatan, yakni Kota Bangun, Muara Muntai, dan Muara Wis, sebagai bentuk penguatan kelembagaan adat.

“Malam harinya kami rayakan dengan pesta rakyat, pembacaan shalawat akbar, serta tausiyah yang diikuti ratusan warga,” imbuhnya.

Ia pun berharap usia 120 tahun ini menjadi titik balik kebangkitan desa dan mempererat rasa kebersamaan antarwarga.

“Harapan kami, Desa Lebak Mantan semakin maju, bersatu, dan bisa terus berkembang dengan tetap menjaga jati diri budaya,” tuturnya penuh harap.

Sementara itu, Plt. Kabid Promosi dan Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengungkapkan bahwa festival ini merupakan inisiatif murni dari pemerintah desa dalam memperingati hari jadi desa.

“Festival ini menjadi momentum awal yang baik untuk mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan kekayaan alam desa,” jelas Ivan.

Ivan menjelaskan, walau Desa Lebak Mantan telah berdiri sejak tahun 1905, baru kali ini perayaan hari jadi dikemas dalam bentuk festival budaya yang menarik dan edukatif.

Menurutnya, pemilihan tema Nuju Suaka Beadat yang berarti Menuju Suaka Peradaban mencerminkan upaya masyarakat menjaga nilai budaya sekaligus menjadi tuan rumah yang ramah bagi wisatawan.

“Festival ini bukan hanya soal hiburan, tapi juga pelestarian tradisi serta pemberdayaan komunitas seni dan adat,” jelas Ivan menambahkan.

Ivan berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu mendongkrak citra wisata desa serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Muara Wis dan sekitarnya.

“Kami sangat mengapresiasi langkah ini dan berharap bisa memperkuat posisi Desa Lebak Mantan sebagai destinasi wisata budaya yang unggul,” pungkas Ivan.

Adv/Dispar Kukar

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *