
Mediasiutama, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar sebagai penanggung jawab utama dalam pengelolaan Taman Tanjong sebagai ruang publik kreatif untuk mendukung pertunjukan seni dan berbagai event daerah.
Penunjukan tersebut merupakan hasil dari rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membahas peran strategis taman tersebut sebagai ruang terbuka hijau multifungsi bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda belum lama ini.
“Dari hasil rapat lintas OPD, pengelolaan Taman Tanjong akan diserahkan kepada Dispar Kukar, terutama dalam hal penyelenggaraan event-event yang sesuai dengan karakter taman sebagai ruang terbuka hijau,” ujar Zikri.
Ia menyebutkan bahwa lokasi taman sangat strategis dan sesuai digunakan untuk berbagai kegiatan publik, tinggal bagaimana penataannya dapat dilakukan secara maksimal.
Zikri menjelaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai instansi terkait sangat penting agar pengelolaan taman ini berjalan lancar dan berkelanjutan.
“Event yang dilaksanakan di sini secara langsung membantu memperkenalkan Taman Tanjong sebagai destinasi publik baru,” tuturnya lebih lanjut.
Ia menambahkan bahwa dampak ekonomi dari kegiatan tersebut juga dirasakan oleh para pelaku UMKM yang turut berpartisipasi dalam setiap acara yang digelar.
“Di sisi lain, ini juga memberi dampak ekonomi kepada pelaku UMKM,” tambahnya.
Namun demikian, Zikri menegaskan bahwa Taman Tanjong tetap harus dijaga fungsinya sebagai ruang terbuka hijau, sehingga pengelolaan UMKM di kawasan tersebut perlu ditata dengan lebih baik.
“Perlu kami sampaikan bahwa sejatinya Taman Tanjong ini adalah ruang terbuka hijau. Jadi, ke depannya pengelolaan UMKM di kawasan ini akan ditata lebih baik,” tegasnya.
Zikri mengungkapkan bahwa pihak Dispar Kukar sudah mulai menjalin koordinasi lanjutan untuk menyusun skema pengelolaan terpadu bersama OPD lainnya.
Dalam skema tersebut, sejumlah OPD akan memiliki peran sesuai bidangnya, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang akan menangani kebersihan dan penghijauan taman.
Sementara itu, Dispar Kukar akan fokus pada pemanfaatan taman untuk kepentingan event dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan masyarakat.
“Event-event khusus juga akan dikoordinasikan bersama OPD lain sesuai kebutuhan,” jelas Zikri mengenai mekanisme kerjasama lintas sektor.
Zikri berharap taman ini bisa menjadi lebih dari sekadar ruang publik, namun juga mampu memberikan nilai tambah secara sosial dan ekonomi bagi warga Kukar.
“Kita ingin menjadikan Taman Tanjong sebagai taman kota yang bukan hanya indah, tapi juga fungsional dan produktif secara ekonomi maupun sosial budaya,” pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan taman ini memerlukan komitmen bersama dari semua pihak yang terlibat.
Adv/Dispar Kukar