August 30, 2025


Mediasiutama, Kukar – Festival Eroh Bebaya ke-7 yang digelar di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Kota Yogyakarta, berlangsung meriah dan menyedot perhatian publik pada Sabtu malam (28/6/2025). Kegiatan ini menampilkan kekayaan budaya Kutai Kartanegara (Kukar) dari wilayah hulu, tengah, hingga pesisir.

Acara yang dimulai sejak pagi hingga malam itu tak sekadar hiburan, namun menjadi panggung budaya untuk mengenalkan identitas Kukar di tingkat nasional bahkan internasional. Ribuan orang, termasuk pelajar dan mahasiswa asal Kukar yang menuntut ilmu di Yogyakarta, serta masyarakat umum, turut memeriahkan festival tersebut.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, hadir membuka langsung festival tersebut dan menyampaikan bahwa budaya adalah cerminan nyata dari jati diri suatu daerah.

“Kutai Kartanegara tak hanya dikenal karena tambang atau minyak, tetapi karena budaya yang diwarisi dan dijaga dengan baik,” ucap Rendi penuh semangat saat menyampaikan sambutan di hadapan peserta dan pengunjung.

Ia menegaskan bahwa wajah Kukar terletak pada kekayaan budayanya, yang kini diusung ke berbagai penjuru negeri dan bahkan dunia.

Festival ini diawali dengan pembukaan resmi dan dilanjutkan dengan tradisi Beseprah, makan bersama yang menjadi simbol kebersamaan warga Kutai. Kemeriahan terasa hingga malam hari di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran berbagai pertunjukan seni dan permainan rakyat khas Kukar seperti enggrang, bakiak, dan begasing, yang berhasil membangkitkan rasa nostalgia sekaligus menjadi hiburan edukatif bagi masyarakat.

Pertunjukan tarian daerah menjadi penutup yang memesona, memadukan gerak lembut dengan busana khas, menggambarkan keanggunan budaya Kutai di atas tanah Jawa. Tak hanya itu, festival ini juga menampilkan stan kuliner, pameran kerajinan tangan, dan bazar UMKM yang menyita perhatian pengunjung, termasuk turis mancanegara.

Salah satu momen unik terjadi saat Rendi Solihin menyodorkan langsung makanan khas Kukar kepada wisatawan asing, yang menyambutnya dengan penuh antusias.

Dalam kesempatan tersebut, Rendi juga mengunjungi stan mahasiswa Kukar yang menampilkan produk-produk kreatif. Ia memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka dalam mengangkat citra daerah melalui inovasi dan budaya.

“Ini adalah kunjungan resmi pertama kami bersama Bupati Aulia Rahman Basri di periode kedua, dan kami ingin menunjukkan bahwa budaya adalah diplomasi utama Kukar ke depan,” terang Rendi menegaskan komitmennya.

Ia juga mengingatkan bahwa Kukar adalah tanah bersejarah dengan jejak Kerajaan Hindu tertua di Nusantara, yang kini wilayahnya ikut berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kukar bukan hanya kaya tambang dan kelapa sawit, tetapi juga sumber daya manusia yang cerdas dan budaya yang hidup serta adaptif,” lanjutnya dengan penuh keyakinan.

Lebih dari sekadar hiburan, Eroh Bebaya diharapkan menjadi media promosi budaya yang mampu membangun jembatan antara Kukar dan dunia global.

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menuturkan bahwa Festival Eroh Bebaya merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk mengenalkan dan menjaga warisan budaya Kukar.

“Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan edukasi, tidak hanya bagi masyarakat Kukar, tetapi juga masyarakat luar yang ingin mengenal lebih jauh tentang budaya daerah kami,” ujar Arianto dengan bangga.

Ia menambahkan bahwa melalui festival ini, pihaknya juga memberikan wadah bagi para mahasiswa Kukar di perantauan untuk tetap terhubung dengan akar budaya mereka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Kukar memang benar-benar kaya budaya, dan ini adalah kebanggaan yang perlu terus dibawa dan dikenalkan,” katanya.

Arianto berharap bahwa melalui Eroh Bebaya, masyarakat semakin sadar akan pentingnya melestarikan budaya, sekaligus menjadi magnet baru untuk menarik minat wisatawan datang langsung ke Kukar.

Adv/Dispar Kukar

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *