August 30, 2025

Mediasiutama.com, Kukar – Di tengah kecemasan warga yang terdampak longsor, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri hadir tanpa sekat, menyapa satu per satu korban di Gunung Pegat, RT 35, Kelurahan Melayu. Rabu (2/7/25) itu, ia tak hanya meninjau kerusakan, tetapi juga menyerap langsung duka dan harapan warganya.

Kejadian Longsor yang terjadi di Gunung Pegat RT 35 Kelurahan Melayu.
Sebanyak tujuh rumah terdampak dengan, satu rumah mengalami kerusakan berat, akibat bencana longsor tersebut.

Linda, salah seorang warga yang rumah rusak berat, menceritakan bahwa longsor terjadi pada 28 Mei 2025 lalu, saat hujan lebat melanda dan banjir, terjadi di sejumlah wilayah Tenggarong.

“Kalo kejadian hancurnya itu malam rabu tanggal 28, pukul 00.00 malam, hancur sekali sudah, tanggal 29 sudah tidak bisa datang kesana, cuma tetangga saja yang berani mengangkat barang saya,” ucapnya.

Saat ini, ia bersama anak anaknya mengontrak rumah, di Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong.

Kemudian, Linda mendengar kabar bahwa, Bupati Kukar akan mengadakan Syukuran bersama warga setempat, yang kebetulan dekat dengan rumahnya.

Linda pun berinisiatif menulis surat, kepada Bupati Kukar yang kemudian diserahkan kepada Istri Bupati.

“Saya titip suratnya hari senin, hari Rabu, hari ini bapak langsung turun ke lokasi, berarti Bupati kita ini sangat sangat merakyat,” ujarnya.

Bupati Aulia langsung berkoordinasi dengan RT setempat, setelah menerima surat tersebut.

“RT sudah tau sebelumnya, Pak RT lihat dan Pak RT yang cerita dengan kami, memang kondisi rumah tersebut sudah rusak parah,” jelasnya.

Setelah melihat kejadian ini Bupati Aulia menekankan, menanggapi bencana itu tidak seperti menangani musibah kebakaran.

“Kalo pemadam kebakaran, kita memadamkan api, ada apinya dulu baru kita memadamkannya, tapi kalo bencana ini harus kuat dimitigasinya. Kita mitigasi dulu, mitigasi kemungkinan kemungkinan terjadinya bencana, nah kita lakukan proses penanganannya sebelum, terjadi bencana,” jelasnya.

Pemerintah berencana merelokasi warga yang terdampak, dengan lokasi yang diusulkan di kawasan Rumah Sakit AM Parikesit Tenggarong Seberang.

“Dari Perkim menyampaikan bahwa mereka sudah ada, perencanaan relokasi, belakang rumah sakit karena disana, sudah ada lahan 1,3 hektare,” ujar Bupati.

Proses Relokasi diperkirakan dimulai, tahun depan, karena pembangunan memerlukan tahapan persiapan.

“Karena membangun rumah ini kan tidak bisa cepat, tahapan itu kita ada siapkan perencanaan, sekaligus kita bebaskan lahan,” jelas Bupati.

Sementara menunggu proses Relokasi, pemerintah akan memberikan bantuan sosial (Bansos) melalui Dinas Sosial, kepada warga yang terdampak.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *