
Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara — Warga Kampung Jongkang, Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, digegerkan oleh penemuan mayat yang mengapung di perairan Sungai Mahakam pada Rabu siang (16/7/2025) sekitar pukul 14.00 WITA. Korban diketahui berinisial MZ (26), seorang Masinis III kapal tugboat Harmony XXIII.
Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh Robertus Nana (37), awak kapal Harmony XVII, yang melihat sesosok tubuh manusia mengambang di sela-sela tongkang BG Lintas Samudera 18.
“Awalnya saya kira hanya benda hanyut. Setelah saya dekati, ternyata itu tubuh manusia. Saya langsung melapor ke pihak berwenang,” ujar Robertus.
Dari keterangan rekan-rekan korban, diketahui bahwa MZ sempat berpamitan keluar dari kapal pada Senin, 14 Juli 2025, sekitar pukul 14.00 WITA. Namun sejak saat itu, ia tak pernah kembali. Upaya pencarian internal pun dilakukan, namun tidak membuahkan hasil.
Dua hari berselang, tubuh MZ akhirnya ditemukan dalam kondisi mengapung, tak jauh dari lokasi terakhir ia terlihat.
Proses evakuasi jasad korban dilakukan secara hati-hati oleh Tim Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, dengan dukungan dari Ditpolairud Polda Kaltim, BPBD Kukar, Polsek Loa Kulu, Damkar Kecamatan Loa Kulu, serta relawan dari TEA dan Kamaseku.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan bahwa arus Sungai Mahakam yang cukup deras menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
“Kami turunkan tim Damkar Loa Kulu lengkap dengan peralatan pelindung air. Koordinasi lintas instansi berjalan cepat dan sinergis,” terangnya.
Beberapa langkah cepat yang telah diambil oleh tim gabungan di antaranya:
Mendatangi lokasi penemuan (TKP)
Mengevakuasi korban dari sungai
Mengumpulkan keterangan dari saksi
Koordinasi dengan seluruh unsur SAR
Pengantaran jenazah ke fasilitas medis menggunakan ambulans relawan TEA
Unsur SAR yang Terlibat:
Ditpolairud Polda Kaltim
Satpolairud Polres Kukar
Polsek Loa Kulu
BPBD Kukar
Damkar Kecamatan Loa Kulu
Relawan Kamaseku
Relawan TEA
Setelah dievakuasi, jenazah MZ langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan fasilitas medis untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rentannya keselamatan di perairan, dan pentingnya kewaspadaan serta koordinasi antar kru kapal saat bertugas. (Yuliana W)