Kadisdikbud Kutim

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Kabar menggembirakan datang dari sektor pendidikan di Kabupaten Kutai Timur setelah Pemerintah Kabupaten Kutim resmi menyalurkan beasiswa bagi siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, yang mulai diterima langsung oleh para penerima sejak akhir September 2025.
Penyaluran beasiswa tersebut menjadi angin segar bagi para orang tua murid, karena bantuan pendidikan yang telah lama dinantikan akhirnya direalisasikan pemerintah daerah sebagai bagian dari komitmen meringankan beban biaya sekolah dan memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak Kutai Timur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, memastikan bahwa proses penyaluran beasiswa telah berjalan dan dana bantuan sudah masuk ke rekening masing-masing siswa sesuai dengan data yang telah diverifikasi sebelumnya oleh pihak sekolah.
“Penyaluran sudah berjalan sejak akhir September, dan orang tua sudah menerimanya,” ujar Mulyono belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa skema penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke rekening siswa agar prosesnya berlangsung lebih cepat, transparan, serta meminimalkan potensi pungutan liar yang dapat merugikan penerima manfaat di lapangan.
“Dana kami salurkan langsung ke rekening siswa supaya prosesnya lebih terbuka dan mudah dipantau oleh semua pihak,” ungkapnya menambahkan.
Besaran beasiswa yang diberikan pun disesuaikan dengan jenjang pendidikan, di mana setiap siswa Sekolah Dasar menerima bantuan sebesar Rp1 juta per anak, sementara siswa Sekolah Menengah Pertama memperoleh bantuan senilai Rp1,5 juta per anak.
Menurut Mulyono, bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari perlengkapan belajar hingga penunjang aktivitas pendidikan lainnya yang selama ini menjadi tanggung jawab orang tua.
Program beasiswa ini merupakan salah satu kebijakan prioritas Bupati Kutai Timur yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2025, dengan tujuan utama memastikan tidak ada anak di Kutai Timur yang tertinggal pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Mulyono menjelaskan bahwa sejak tahap awal, sekolah dilibatkan penuh dalam proses pendataan dan verifikasi calon penerima, guna memastikan bahwa siswa yang terdaftar benar-benar memenuhi kriteria dan syarat yang telah ditentukan pemerintah daerah.
“Sekolah yang pertama melakukan input data, lalu memastikan nama-nama yang diusulkan memang layak menerima sesuai ketentuan,” jelasnya.
Selain program beasiswa, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga tengah mempersiapkan distribusi seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa SD dan SMP sebagai pelengkap kebijakan pendidikan gratis yang terus diperkuat dari tahun ke tahun.
Ia menyebutkan bahwa kombinasi antara beasiswa dan pembagian seragam gratis diharapkan mampu menekan pengeluaran rutin orang tua, terutama pada awal tahun ajaran baru yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat.
Bagi para siswa, bantuan tersebut tidak sekadar bernilai materi, melainkan menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral dari pemerintah daerah agar mereka tetap semangat belajar dan meraih prestasi di tengah berbagai keterbatasan.
Sementara bagi para orang tua, realisasi beasiswa ini dirasakan sebagai nafas lega di tengah meningkatnya kebutuhan pendidikan anak, sekaligus menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam mendukung masa depan generasi muda Kutai Timur.
Program beasiswa pendidikan ini dinilai sebagai salah satu langkah strategis dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Kutai Timur, sekaligus mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara keluarga mampu dan kurang mampu.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk terus memantau penyaluran bantuan tersebut agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Evaluasi secara berkala juga akan dilakukan sebagai bahan perbaikan sistem dan mekanisme penyaluran beasiswa pada tahun-tahun berikutnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dengan beasiswa yang telah cair dan program seragam gratis yang segera menyusul, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi hak yang mudah diakses, terjangkau, dan mampu menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi seluruh anak di daerah ini.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

