Wakil Bupati Kutim,Mahyunadi

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah dengan menyiapkan anggaran besar untuk mendukung pendidikan tinggi generasi muda melalui program Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulus.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan pengalokasian anggaran sebesar Rp25 miliar pada tahun anggaran 2025, yang secara khusus ditujukan untuk membuka akses pendidikan hingga jenjang magister atau strata dua bagi putra-putri Kutai Timur.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab tantangan masa depan yang menuntut kualitas pendidikan dan kompetensi sumber daya manusia yang semakin tinggi.
“Tahun ini kita sudah anggarkan Rp25 miliar untuk mendukung program Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulus,” ujar Mahyunadi saat menyampaikan penjelasannya kepada awak media belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa program beasiswa tersebut dirancang untuk memastikan anak-anak muda Kutai Timur memiliki kesempatan yang setara dalam mengenyam pendidikan tinggi, tanpa terhambat oleh keterbatasan ekonomi keluarga.
Menurut Mahyunadi, persaingan di dunia kerja ke depan diperkirakan akan semakin ketat, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, kebutuhan keahlian khusus, serta tuntutan kompetensi global yang terus berubah.
“Sekarang anak-anak yang lulus S1 masih bisa mendapatkan pekerjaan, tetapi lima tahun lagi kondisinya bisa jauh berbeda dan tantangan akan semakin berat,” ungkapnya.
Ia mendorong para orang tua yang memiliki kemampuan finansial agar tidak ragu melanjutkan pendidikan anak hingga jenjang yang lebih tinggi, karena pendidikan menjadi bekal utama untuk menjaga daya saing di masa depan.
“Bagi orang tua yang masih punya kemampuan, teruskan pendidikan anak-anaknya ke S2 agar mereka lebih siap menghadapi persaingan,” ucap Mahyunadi.
Program Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulus, lanjut Mahyunadi, disalurkan melalui sistem penilaian atau scoring yang mempertimbangkan prestasi akademik, rekam jejak pendidikan, serta kualitas dan akreditasi lembaga pendidikan calon penerima beasiswa.
“Penilaian ini kami lakukan agar beasiswa benar-benar diberikan kepada mereka yang berprestasi dan berpotensi menjadi SDM unggul bagi Kutai Timur,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa mekanisme tersebut juga bertujuan mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan kedisiplinan selama menempuh pendidikan.
“Jadi tingkatkan kualitas pendidikan dan nilai akademik agar memenuhi kriteria penilaian, sehingga peluang memperoleh beasiswa dari pemerintah semakin besar,” katanya.
Mahyunadi menilai beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Kutim dalam mencetak generasi muda yang mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Dengan biaya pendidikan yang terus meningkat, program ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus mendorong masyarakat agar tidak berhenti menempuh pendidikan hanya sampai jenjang sarjana.
Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulus juga menargetkan mahasiswa yang memiliki prestasi akademik menonjol, kepemimpinan, serta komitmen untuk kembali mengabdi dan memberikan manfaat bagi Kutai Timur setelah menyelesaikan pendidikan.
Pemkab Kutim berharap, para penerima beasiswa kelak tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan dan inovasi di berbagai sektor.
Mahyunadi menambahkan bahwa pemerintah daerah terus memonitor kebutuhan pendidikan tinggi warganya, termasuk membuka peluang kerja sama dengan universitas ternama di dalam dan luar negeri.
“Kami juga mendorong kerja sama pendidikan agar putra-putri Kutim punya lebih banyak pilihan dan akses studi lanjut yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa daya saing tenaga kerja Kutai Timur ke depan akan sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan, keterampilan, serta karakter generasi mudanya.
“Pendidikan adalah kunci agar anak-anak kita mampu bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” pungkas Mahyunadi.
Selain pembiayaan pendidikan, Pemkab Kutim juga berencana melengkapi program beasiswa dengan bimbingan akademik, pelatihan keterampilan, serta penanaman nilai integritas dan tanggung jawab sosial bagi para penerima, agar mereka siap menghadapi dunia kerja dan tantangan global secara utuh.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

