April 9, 2026

Wakil Bupati Kutim

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung arah pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Pandangan tersebut disampaikan Mahyunadi saat memberikan arahan dalam kegiatan penguatan peran organisasi kemasyarakatan yang mengusung tema Sinergi Pemerintah dan Ormas dalam Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah.

Mahyunadi menyampaikan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial modern, sehingga pemerintah daerah memandang ormas sebagai mitra strategis yang perlu dirangkul, dibina, dan diarahkan agar memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ormas itu tidak bisa dihindari, karena ormas pasti ada di tengah masyarakat, dan saya sangat menyambut baik kegiatan yang difasilitasi Kesbangpol ini sebagai ruang pembinaan,” ucap Mahyunadi saat diwawancarai belum lama ini

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi dan pembinaan terhadap ormas menjadi langkah penting agar keberadaan organisasi kemasyarakatan tidak berjalan sendiri, melainkan selaras dengan kepentingan pembangunan daerah dan semangat persatuan.

Mahyunadi menambahkan bahwa meskipun tidak seluruh kewajiban ormas tertulis secara formal dalam regulasi, namun tanggung jawab moral melekat pada setiap organisasi untuk menjaga persatuan, ketertiban sosial, serta memperkuat sendi-sendi kebangsaan.

“Pada intinya, ormas memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menjaga bangsa ini tetap kuat, bersatu, dan kokoh, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya dengan nada tegas.

Dalam pandangannya, ormas memiliki keunggulan karena lahir dari masyarakat, sehingga lebih memahami kebutuhan riil di lapangan dan mampu menghadirkan gagasan-gagasan segar yang relevan dengan kondisi sosial di daerah.

“Banyak ide positif yang lahir dari ormas, karena mereka hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga aspirasi yang disampaikan sangat kontekstual,” kata Mahyunadi dalam penjelasannya.

Ia berharap organisasi kemasyarakatan di Kutai Timur terus meningkatkan kapasitas internal agar semakin profesional, adaptif terhadap perubahan zaman, serta mampu menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintah daerah.

Mahyunadi juga menyoroti tuntutan era modern yang mengharuskan ormas untuk tertib administrasi, terdata secara resmi, dan memiliki tata kelola organisasi yang akuntabel sebagai dasar kepercayaan publik.

“Ormas saat ini tidak cukup hanya aktif secara kegiatan, tetapi harus profesional, tertib administrasi, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap program yang dijalankan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap tata kelola yang lebih baik, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menghadirkan aplikasi Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan atau SIORMAS yang memudahkan proses pendaftaran, pembaruan data, serta pelaporan kegiatan ormas.

“Dengan SIORMAS, data ormas tidak lagi simpang siur, semuanya tercatat, terverifikasi, dan bisa dipertanggungjawabkan secara terbuka,” jelas Mahyunadi.

Ia menambahkan bahwa ormas yang terdaftar resmi dan memiliki Surat Keterangan Terdaftar akan lebih mudah mengakses berbagai program fasilitasi pemerintah, termasuk dukungan dana hibah, sepanjang dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.

“Dana hibah harus digunakan untuk kegiatan yang memberi dampak positif bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” ujarnya menegaskan.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, Mahyunadi berharap Kutai Timur dapat terus menjaga stabilitas daerah, memperkuat kohesi sosial, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *