February 15, 2026

Camat Sangatta Utara

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR-Kehidupan sosial di Sangatta Utara kini kembali diwarnai semangat kebersamaan dengan dihidupkannya pos kamling, yang tak sekadar menjadi bangunan di sudut jalan, melainkan simbol kesadaran kolektif warga untuk saling menjaga keamanan, berbagi cerita, dan memperkuat ikatan sosial.

Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Kutai Timur sekaligus upaya memastikan solidaritas warga tidak memudar meski kesibukan harian semakin padat. Pos kamling aktif diharapkan menjadi pusat komunikasi dan koordinasi warga yang efektif.

“Keamanan itu lahir dari kebersamaan. Pos kamling hadir supaya warga punya ruang untuk saling menjaga,” ucap Hasdiah, menegaskan pentingnya peran pos kamling dalam menjaga ketertiban dan interaksi sosial antarwarga.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ronda malam kini dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan Danramil, Polsek, tokoh masyarakat, dan ketua RT. Sistem ini tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga menumbuhkan budaya gotong royong yang memungkinkan deteksi dini terhadap masalah lingkungan serta potensi gangguan sosial.

“Kami butuh partisipasi warga. Tanpa itu, pos kamling hanya jadi bangunan yang tidak bernyawa,” tegas Hasdiah, mengingatkan bahwa fasilitas fisik tidak berarti tanpa komitmen warga untuk aktif menjaga lingkungan.

Meski pos kamling sederhana, komitmen warga menjadi faktor utama. Beberapa RT telah memperbaiki fasilitas secara swadaya, memasang lampu, memperkuat bangunan, bahkan membuat buku kontrol ronda agar kegiatan berjalan tertib dan terdokumentasi.

Hasdiah menambahkan bahwa keamanan lingkungan yang kuat juga menjadi fondasi bagi keberhasilan program pemberdayaan lain, termasuk pertanian pekarangan, pelatihan masyarakat, dan gerakan pengolahan kompos. Ruang sosial yang aman memungkinkan semua kegiatan ini berkembang lebih efektif.

“Kalau warga saling menjaga, Sangatta Utara akan jauh lebih harmonis. Pos kamling adalah awal dari iklim sosial yang sehat,” pungkasnya, menekankan hubungan erat antara keamanan lingkungan, kebersamaan, dan kualitas hidup masyarakat.

Dengan koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan dan partisipasi aktif warga, diharapkan pos kamling tidak lagi menjadi simbol formalitas semata, tetapi benar-benar menjadi ruang hidup yang memperkuat keamanan, membangun interaksi sosial, dan menumbuhkan rasa memiliki di setiap lingkungan.

Program ini juga diharapkan menjadi model bagi kecamatan lain, bahwa pengelolaan keamanan dan sosial masyarakat dapat dilakukan melalui kolaborasi warga, kepedulian komunitas, dan dukungan pemerintah yang konsisten, sehingga budaya gotong royong tetap hidup dan berkembang di Kutai Timur.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *