February 15, 2026

Ahmad Rifanie, Kabid Ekraf Dispar Kutim

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Sektor film dan videografi di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan perkembangan signifikan dalam tiga tahun terakhir, di mana karya sineas muda berhasil menembus kurasi festival nasional sekaligus menarik perhatian komunitas film dari luar daerah, menandai potensi besar subsektor kreatif ini jika dibina secara konsisten.

Dinas Pariwisata Kutim mencatat, karya tersebut lahir dari sumber daya terbatas, dengan peralatan sebagian besar milik pribadi komunitas, namun kualitas cerita, kemampuan teknis, dan kreativitas anak muda cukup kuat bersaing di tingkat regional, sehingga Dispar menempatkan subsektor film dalam lima subsektor ekraf unggulan Kutim.

“Banyak karya film dari anak muda Kutim yang sebenarnya sudah masuk ke tingkat nasional. Mereka memiliki bakat besar, tetapi ruang pembinaan dan wadah apresiasi masih terbatas,” ujar Ahmad Rifanie, Kabid Ekraf Dispar Kutim,belum lama ini.

Rifanie menambahkan, pemerintah sedang menyiapkan program pelatihan sinematografi, penyutradaraan, penulisan skenario, hingga editing sebagai upaya membangun kompetensi teknis generasi muda. Selain itu, ruang pemutaran film reguler dan festival film daerah akan digelar agar karya sineas Kutim dapat ditampilkan kepada publik, sekaligus memberi ruang apresiasi yang selama ini terbatas.

“Industri film membuka peluang ekonomi yang luas. Selain produksi film, kebutuhan videografi untuk promosi wisata, dokumentasi event, dan konten digital terus meningkat. Ini bisa menjadi ruang kerja besar bagi anak-anak muda Kutim,” jelas Rifanie, menekankan peluang ekonomi yang muncul dari subsektor kreatif ini.

Lebih jauh, subsektor film diarahkan untuk mendukung pariwisata, dengan karya dokumenter dan film promosi yang mampu memperkenalkan destinasi Kutim ke publik nasional. Pemerintah berharap sineas lokal menjadi bagian penting dari strategi komunikasi pariwisata, sekaligus meningkatkan citra Kutim melalui konten kreatif.

“Kami ingin generasi muda bukan hanya berkarya untuk diri sendiri, tapi hasil karyanya juga bisa memperluas promosi daerah dan membuka lapangan kerja bagi komunitas kreatif,” tambah Rifanie, menekankan manfaat ekonomi dan sosial yang diharapkan.

Dalam jangka panjang, dukungan pembinaan berkelanjutan, fasilitas pemutaran, dan festival film akan memperkuat ekosistem kreatif lokal, membentuk budaya apresiasi film, serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor, dari pendidikan hingga pariwisata. Pemerintah menegaskan komitmen agar kreativitas anak muda tidak hanya menjadi hobi, tetapi bagian dari pembangunan ekonomi dan budaya Kutai Timur.

“Anak-anak muda Kutim memiliki potensi luar biasa. Dengan pembinaan yang tepat, mereka bisa menjadi kreator yang profesional sekaligus memajukan ekonomi kreatif daerah,” tutup Rifanie.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *