February 15, 2026

Ahmad Rifanie, Kabid Ekraf Dispar Kutim

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Pengembangan ekonomi kreatif terus menjadi fokus utama Dinas Pariwisata Kutai Timur, sebagai upaya memperkuat kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal melalui program pembinaan dan kolaborasi lintas subsektor.

Kabid Ekonomi Kreatif, Akhmad Rifanie, menjelaskan bahwa pembangunan ekosistem ekonomi kreatif harus dilakukan secara menyeluruh, agar setiap pelaku dapat meningkatkan kapasitasnya dan bersaing di pasar yang semakin modern dan kompetitif. “Kita ingin ekonomi kreatif di Kutai Timur tidak hanya tumbuh, tetapi benar-benar berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya,belum lama ini.

Menurut Rifanie, pendampingan yang dilakukan mencakup berbagai subsektor, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, hingga seni pertunjukan. Pendampingan ini tidak sebatas pelatihan teknis, tetapi juga menguatkan manajemen usaha dan strategi pemasaran agar para pelaku siap menghadapi pasar yang terhubung secara digital dan modern.

“Pelaku ekonomi kreatif tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan produksi. Mereka harus siap menghadapi pasar yang semakin modern dan terhubung, agar produk yang dihasilkan benar-benar memiliki nilai jual dan daya saing,” jelas Rifanie, menekankan pentingnya kesiapan manajerial dan pemasaran.

Lebih jauh, Rifanie menyebut bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam memperkuat ekosistem kreatif. Pemerintah daerah terus mendorong sinergi antara komunitas kreatif, pihak swasta, dan pemerintah untuk menciptakan ruang-ruang kreatif baru, sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku untuk berekspresi dan memasarkan produk mereka secara lebih luas.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin berkolaborasi. Semakin banyak pihak terlibat, semakin kuat ekosistem kreatif kita, dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tegas Rifanie, menegaskan strategi kolaboratif pemerintah.

Ke depan, Dinas Pariwisata berencana memperluas program unggulan agar menjangkau lebih banyak pelaku ekonomi kreatif di seluruh kecamatan. Strategi ini tidak hanya untuk memperluas distribusi peluang ekonomi, tetapi juga untuk mendorong pemerataan potensi kreatif di Kutai Timur, sehingga setiap wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berinovasi.

“Dengan pendampingan berkelanjutan, kolaborasi lintas pihak, dan strategi pemasaran yang tepat, ekonomi kreatif di Kutai Timur diharapkan mampu menjadi sektor unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda,” tambah Rifanie.

Rifanie menegaskan, program-program ini dirancang untuk membangun ekosistem kreatif yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif, agar setiap pelaku dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah, sekaligus menciptakan peluang usaha baru dan inovasi kreatif yang berdampak positif bagi masyarakat Kutai Timur.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *