Bupati Kutim,Ardiansyah Sulaiman

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memilih strategi realistis dalam mengelola program pembangunan di tengah keterbatasan fiskal, dengan mengatur ulang pola pelaksanaan agar setiap kegiatan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, termasuk penyelenggaraan event daerah dan penguatan sektor UMKM.
Pendekatan ini menekankan efektivitas anggaran tanpa mengurangi kualitas kegiatan, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah daerah memastikan program prioritas tetap berjalan meski harus disesuaikan dengan kapasitas APBD.
Bupati Kutai Timur Ardianyah Sulaiman menegaskan bahwa seleksi kegiatan dilakukan untuk menjaga kualitas pelaksanaan.
“Tidak semua event dibiayai APBD. Kami memilih yang paling mendesak dan berdampak. Meskipun menyesuaikan anggaran, pelaksanaan harus tetap maksimal dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya,belum lama ini.
Menurut Ardianyah, pembinaan bagi pelaku UMKM tetap menjadi prioritas, terutama bagi mereka yang memanfaatkan dukungan pemerintah untuk promosi, pendampingan, dan pengembangan usaha. Pemerintah menekankan bahwa program ini harus berjalan secara konsisten agar UMKM dapat terus bertumbuh dan berkontribusi pada perekonomian lokal.
Selain itu, bimbingan teknis (bimtek) bagi Ketua RT tetap wajib dilaksanakan karena peran mereka sangat strategis dalam pelayanan publik dan pengelolaan administrasi di tingkat warga.
“Ketua RT adalah garda terdepan pelayanan. Mereka harus dibekali pengetahuan dan keterampilan terbaru, sehingga bimtek tetap menjadi kewajiban meskipun anggaran harus disesuaikan,” jelas Ardianyah, menegaskan pentingnya keberlanjutan program pembinaan administrasi masyarakat.
Pendekatan ini juga berlaku pada penyelenggaraan event daerah yang difokuskan pada kegiatan yang membawa manfaat signifikan sekaligus memicu kreativitas, tanpa membebani keuangan daerah. Pemkab Kutim berupaya menjaga keseimbangan antara prioritas pembangunan, kualitas layanan publik, dan kemampuan fiskal pemerintah.
Dengan strategi tepat guna, pemerintah berharap seluruh program tetap efektif dan efisien, UMKM terus berkembang, serta masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal. Langkah selektif ini diyakini mampu menjaga stabilitas pembangunan, memperkuat ekonomi lokal, dan mendorong inovasi masyarakat tanpa mengurangi kualitas kegiatan yang dijalankan.
“Manajemen kegiatan yang lebih selektif tapi tetap berkualitas memastikan setiap program benar-benar memberi dampak, masyarakat terlayani dengan baik, UMKM tumbuh, dan kegiatan kreatif tetap berjalan lancar,” tutup Bupati, menekankan orientasi pada hasil dan manfaat bagi masyarakat Kutai Timur.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

