February 15, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Harga kebutuhan pokok menjadi salah satu perhatian utama masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru. Namun, kondisi berbeda terlihat di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Salah satu pedagang daging, Ibu Yunita, menyebut harga daging yang ia jual masih terbilang normal dan stabil, meskipun terjadi fluktuasi pada momen-momen tertentu,Selasa (23/12/2025), Ibu Yunita menjelaskan bahwa setiap hari ia berjualan daging dengan harga yang menyesuaikan kondisi pasar, namun tetap berupaya agar tidak memberatkan pembeli.

Menurutnya, kenaikan harga daging menjelang hari besar keagamaan merupakan hal yang lumrah terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

“Kalau menjelang Lebaran, Natal, atau Tahun Baru, memang biasanya ada kenaikan harga. Tapi menurut saya masih aman saja. Naik turunnya tidak terlalu jauh dan masih bisa diterima pembeli,” ujar Yunita.

Ia menegaskan, sebagai pedagang kecil, prinsip yang ia pegang adalah menjaga keseimbangan antara keuntungan dan keberlangsungan usaha. Yunita mengaku tidak ingin mengambil keuntungan terlalu besar karena justru dapat mengurangi minat pembeli. “Yang penting daging kita laris. Jangan mahal-mahal, ambil untung secukupnya saja,” katanya dengan nada tegas.

Sikap tersebut, menurut Yunita, terbukti mampu menjaga kepercayaan pelanggan. Hingga saat ini, ia masih memiliki pelanggan tetap, baik dari kalangan masyarakat umum maupun pemilik rumah makan yang rutin membeli daging di lapaknya untuk kebutuhan stok bahan pangan. Keberadaan pelanggan setia ini menjadi bukti bahwa harga yang wajar dan kualitas barang yang baik masih menjadi pertimbangan utama konsumen.

Yunita juga menyampaikan bahwa stabilitas harga sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Apabila harga daging melonjak terlalu tinggi, bukan hanya pembeli rumah tangga yang terdampak, tetapi juga pelaku usaha kecil seperti rumah makan dan warung makan. Oleh karena itu, ia memilih untuk tetap menjual dengan harga rasional agar roda ekonomi di tingkat pasar tradisional tetap berjalan.

“Kalau harga terlalu tinggi, pembeli pasti mikir-mikir. Akhirnya dagangan bisa sepi. Jadi lebih baik sama-sama enak, pembeli tidak keberatan, pedagang juga tetap dapat untung,” tambahnya.

Kondisi ini mencerminkan peran penting pedagang pasar dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan di tingkat lokal. Di tengah isu kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi, kebijakan pedagang seperti Yunita dinilai membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa tekanan berlebih.

Dengan pendekatan yang mengedepankan kejujuran, keuntungan wajar, dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan, pedagang pasar tradisional seperti Ibu Yunita menjadi salah satu penopang ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kutai Kartanegara.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *