January 17, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan lalu lintas air atas nama Arani (58), warga Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, resmi ditutup pada Jumat (16/01/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.

Penutupan operasi dilakukan setelah jenazah korban berhasil ditemukan oleh pihak keluarga di Teluk Hulu Muai, dengan jarak kurang lebih 27 kilometer dari Lokasi Kejadian Primer (LKP) kecelakaan.

Selama tiga hari berturut-turut, tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian secara intensif di sepanjang alur Sungai Mahakam Hulu.

Seluruh unsur yang terlibat kembali berkumpul di Dermaga Pulau Pinang untuk mengikuti briefing penutupan operasi, sekaligus melakukan evaluasi atas pelaksanaan pencarian yang melibatkan berbagai instansi pemerintah, unsur TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat setempat.

Peristiwa tragis tersebut bermula pada Selasa (13/01/2026) sekitar pukul 04.00 WITA. Saat itu, korban Arani sedang mengantarkan Ilan, seorang karyawan perusahaan, untuk menyeberangi sungai menggunakan perahu ces miliknya.

Di tengah perjalanan, perahu yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah kapal LCT yang melintas. Ilan berhasil menyelamatkan diri, sementara Arani terjatuh dan dinyatakan hilang, sehingga memicu operasi pencarian berskala besar.

Pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan yang bersiap melanjutkan penyisiran menerima informasi adanya penemuan sesosok mayat di Teluk Hulu Muai. Tim segera bergerak menuju lokasi menggunakan rubberboat milik Damkarmatan Pos Sektor Koba dan Basarnas Balikpapan.

Namun, di tengah perjalanan, tim berpapasan dengan keluarga korban yang telah lebih dahulu mengevakuasi jenazah Arani untuk dibawa kembali ke Desa Long Beleh Modang.

Sebagai bentuk dukungan, rubberboat Basarnas melanjutkan perjalanan menuju desa korban, sementara rubberboat Damkarmatan kembali ke Posko Pulau Pinang.

Di waktu bersamaan, personel dari Polsek Kembang Janggut, Damkarmatan, serta relawan Pramuka Peduli bergerak melalui jalur darat menuju rumah duka guna memberikan pendampingan kepada keluarga.

Operasi SAR ini melibatkan personel lapangan antara lain Abdi Ratama, Abdullah, Zainal Muttaqin, dan M. Andi Saparudin, serta dukungan penuh dari Camat Kembang Janggut, Polsek dan Danramil Kembang Janggut, Basarnas Balikpapan, BPBD Kutai Kartanegara, Polairud Kukar, Tim Rescue BSS Bayan, relawan masyarakat, Pramuka Peduli, keluarga korban, dan warga setempat.

Beragam sarana pendukung turut dikerahkan, mulai dari rubberboat, fibberboat, hingga perahu tradisional milik warga.

Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur telah bekerja maksimal dengan mengedepankan koordinasi dan semangat kemanusiaan. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu hingga akhirnya korban ditemukan.

Jenazah Arani saat ini telah berada di rumah duka di Desa Long Beleh Modang, dan pihak keluarga tengah mempersiapkan prosesi pemakaman sesuai dengan adat dan ketentuan agama yang dianut. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan keselamatan dalam aktivitas transportasi air, khususnya di wilayah sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman Kutai Kartanegara.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *