Mediasiutama.com, Sangasanga – Suasana hening dan penuh khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Wadah Batuah, Kecamatan Sanga-Sanga, pada Senin malam (26/01/2026) hingga tepat pukul 00.00 WITA, Selasa (27/01/2026). Di lokasi bersejarah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci sebagai bagian penting dari peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga ke-79 Tahun 2026.
Upacara tahunan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Drs. H. Sunggono, M.M., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga ingatan kolektif terhadap perjuangan para pahlawan yang gugur mempertahankan kemerdekaan di wilayah Sangasanga, salah satu episentrum sejarah perlawanan rakyat di Kalimantan Timur.
Prosesi upacara dimulai dengan kesiapan pasukan upacara yang kemudian memasuki area TMP Wadah Batuah secara tertib dan penuh penghormatan. Setelah komando diserahkan dari Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, rangkaian acara dilanjutkan dengan pemberian penghormatan kepada arwah para pahlawan. Suasana semakin sakral ketika penghormatan tersebut disampaikan sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan dan pengorbanan yang telah mengantarkan bangsa Indonesia pada kemerdekaan.
Momentum penting dalam upacara ini ditandai dengan penandatanganan naskah komitmen oleh Inspektur Upacara Drs. H. Sunggono, M.M. Naskah tersebut memuat pernyataan penghormatan setinggi-tingginya kepada satu orang pahlawan dari Angkatan Bersenjata serta 74 pejuang rakyat yang dimakamkan di TMP Wadah Batuah.
Di dalamnya ditegaskan bahwa perjuangan para pahlawan merupakan perjuangan kolektif yang menjadi fondasi bagi kehidupan bangsa dan negara hingga hari ini.
“Perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula, dan jalan pengabdian yang telah ditempuh menjadi landasan bagi generasi penerus menuju kemerdekaan dan kebahagiaan,” demikian salah satu petikan naskah yang dibacakan dalam renungan suci. Doa pun dipanjatkan agar arwah para pahlawan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Usai mengheningkan cipta, Sekda Kukar menyampaikan refleksi bahwa apel kehormatan dan renungan suci bukan sekadar seremoni, melainkan sarana introspeksi bagi generasi masa kini. Ia menekankan pentingnya menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, seraya mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan Napak Tilas yang digelar sebelumnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0906/Kutai Kartanegara, Letkol Arm Benny Budiman, mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan jasa para pahlawan. Menurutnya, makna sejati peringatan hari juang terletak pada kesediaan generasi penerus untuk berbuat positif dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini menjadi penegas bahwa Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga identitas dan sumber nilai perjuangan yang terus hidup dalam denyut kehidupan masyarakat Sangasanga hingga kini.(Yuliana W)

