Mediasiutama.com, Sangasanga – Suasana penuh semangat dan sarat makna mewarnai Lapangan Merah Putih, Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Sangasanga, pada Senin (26/01/2026), menjelang pembukaan Gelar UMKM dan Expo Merah Putih. Acara pendahuluan yang digelar panitia tidak sekadar menjadi pembuka rangkaian kegiatan, tetapi juga menghadirkan perpaduan harmonis antara pelestarian budaya, penghormatan kepada para pejuang, serta partisipasi generasi muda dalam membangun nilai kebangsaan.
Sejak sore hari, masyarakat mulai memadati area kegiatan. Antusiasme warga terlihat jelas dari keramaian yang menyelimuti lokasi acara. Panitia pun menghadirkan suguhan seni tradisional yang menggugah, sebagai refleksi kekayaan budaya lokal sekaligus simbol keberlanjutan nilai-nilai historis Sangasanga sebagai wilayah yang memiliki jejak perjuangan kuat dalam sejarah bangsa.
Acara diawali dengan penampilan Tari Jepen Pesisir yang dibawakan oleh sanggar tari lokal. Tarian khas pesisir Kutai Kartanegara ini memukau penonton melalui gerakan yang anggun namun sarat makna. Setiap hentakan dan ayunan tangan penari seakan mengisahkan perjalanan budaya masyarakat pesisir yang telah diwariskan lintas generasi.
Penampilan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak masyarakat untuk merenungi pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Nuansa kebanggaan semakin terasa saat marching band siswa TK Negeri 01 Sangasanga tampil dengan penuh semangat. Meski masih usia dini, para siswa menunjukkan kedisiplinan dan kekompakan melalui irama musik yang tertata rapi serta formasi yang terkoordinasi.
Penampilan ini menjadi simbol nyata keterlibatan generasi muda dalam merawat semangat kebangsaan sejak dini.
Momentum penuh haru terjadi pada sesi penyerahan bingkisan. Para siswa TK Negeri 01 Sangasanga menyerahkan bingkisan hasil karya mereka kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Drs. H. Sunggono, M.M., serta Ketua Tim Pembina DPPKK Kabupaten Kutai Kartanegara, Ibu Hj. Fety Puja Amelia Rendi Solihin.
Bingkisan tersebut menjadi simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih generasi muda kepada para pemangku kebijakan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Drs. H. Sunggono, M.M., dan Ibu Hj. Fety Puja Amelia Rendi Solihin juga menyerahkan bingkisan kepada sembilan orang veteran dan janda veteran yang hadir.
Penyerahan ini menjadi wujud nyata penghargaan pemerintah dan masyarakat terhadap jasa para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi kemerdekaan bangsa. Suasana penuh emosional terlihat dari wajah para penerima bingkisan, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Kegiatan pendahuluan seperti ini bukan hanya untuk memeriahkan acara utama, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa budaya dan penghormatan kepada para pejuang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari semangat Merah Putih,” ujar Acing, salah satu peserta UMKM dari DPK KNPI Sangasanga.
Gelar UMKM dan Expo Merah Putih sendiri diharapkan menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas. Lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, acara ini juga menjadi ruang temu bagi nilai-nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan masyarakat Sangasanga.
Dengan dimulainya rangkaian kegiatan melalui acara pendahuluan yang khidmat dan penuh makna, Gelar UMKM dan Expo Merah Putih Sangasanga tidak hanya menghadirkan semangat kewirausahaan, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan di tengah masyarakat. Perpaduan antara ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan penghormatan kepada pejuang menjadi cerminan bahwa semangat Merah Putih tetap hidup dan relevan di masa kini.(Yuliana W)

