January 31, 2026

Mediasiutama.com, Sangasanga – Taman Makam Pahlawan (TMP) Wadah Batuah kembali menjadi ruang refleksi sejarah dan kebangsaan pada Selasa (27/01/2026), saat Upacara Ziarah dan Tabur Bunga digelar dalam rangka Peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-79 Tahun 2026. Upacara ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan rakyat Sangasanga sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir. H. Seno Aji, M.Si, Wakil Bupati Kutai Kartanegara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat Sangasanga. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan besarnya makna historis peristiwa perjuangan Merah Putih, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi Kalimantan Timur dan Indonesia secara luas.

Prosesi ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para pejuang. Satu per satu peserta upacara menyemprotkan bunga dengan penuh takzim, menghadirkan suasana sunyi yang sarat penghormatan atas pengorbanan mereka yang gugur demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan bahwa perjuangan rakyat Sangasanga pada tahun 1947 merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan eksistensi negara di masa-masa awal kemerdekaan. Menurutnya, perlawanan rakyat Sangasanga mencerminkan keberanian kolektif dan keteguhan sikap dalam menghadapi tekanan besar yang mengancam kedaulatan bangsa.

Ia menekankan bahwa peringatan Peristiwa Merah Putih bukan semata ritual tahunan, melainkan sarana untuk mentransformasikan nilai sejarah menjadi energi moral bagi generasi masa kini. Semangat juang, pengorbanan, dan persatuan yang ditunjukkan para pendahulu harus terus dihidupkan dalam konteks pembangunan modern.

Lebih lanjut, Wagub menjelaskan bahwa bentuk perjuangan generasi sekarang telah bergeser. Tantangan tidak lagi datang dalam bentuk pertempuran fisik, melainkan melalui kompetisi global, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman sosial dan budaya. Nilai-nilai yang diwariskan para pejuang Sangasanga, menurutnya, sangat relevan untuk menjawab tantangan tersebut.

Seno Aji juga menyoroti bahwa Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara memiliki kekuatan sejarah dan sosial yang dapat menjadi modal strategis dalam pembangunan berkelanjutan. Semangat keberanian, solidaritas, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama yang lahir dari peristiwa perjuangan Merah Putih dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.

Peringatan ini sekaligus memperkuat identitas Sangasanga sebagai “Kota Juang”, sebuah julukan yang lahir dari rekam jejak sejarah panjang dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari wilayah yang secara geografis relatif kecil, Sangasanga telah menorehkan peran besar dalam sejarah perjuangan nasional.

Upacara ziarah dan tabur bunga di TMP Wadah Batuah pun menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan amanah yang harus dijaga dan diisi melalui kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen bersama untuk membangun masa depan Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara yang maju, berkarakter, dan berkelanjutan.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *