January 31, 2026

Mediasiutama.com, SANGASANGA – Rangkaian Peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih ke-79 Tahun 2026 di Kecamatan Sangasanga resmi ditutup melalui pelaksanaan Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wadah Batuah, Selasa (27/01/2026). Prosesi penutup ini berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna, menjadi simbol penghormatan terakhir kepada para pahlawan sekaligus peneguhan nilai-nilai perjuangan bagi generasi masa kini.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Wakapolres Kutai Kartanegara, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen di Kecamatan Sangasanga. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga memori sejarah sekaligus stabilitas daerah.

Wakapolres Kutai Kartanegara, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, menegaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan tahun ini berjalan lancar dan sesuai perencanaan. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tidak terlepas dari kolaborasi solid semua pihak serta partisipasi aktif masyarakat yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan.

Ia menjelaskan bahwa peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih tidak dilaksanakan secara seremonial semata, melainkan dirangkai melalui sejumlah kegiatan bertahap yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Rangkaian tersebut telah dimulai sejak Minggu dengan kegiatan gowes bersama yang bertujuan memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dalam suasana yang sehat dan inklusif.

Kegiatan kemudian berlanjut pada Senin dengan berbagai agenda di tingkat kecamatan yang melibatkan pelajar, organisasi kemasyarakatan, dan warga setempat. Momentum ini menjadi ruang edukasi sejarah sekaligus aktualisasi peran masyarakat dalam merawat semangat perjuangan. Pada malam harinya, suasana reflektif tercipta melalui apel kehormatan dan renungan suci sebagai bentuk penghormatan mendalam serta doa bersama bagi arwah para pahlawan.

Puncak rangkaian berlangsung pada Selasa pagi melalui upacara peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih, yang kemudian ditutup dengan ziarah dan tabur bunga di TMP Wadah Batuah. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan paling tulus kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan, khususnya di Sangasanga yang dikenal memiliki sejarah perjuangan yang kuat dan heroik.

Kompol Izdiharuddin menekankan bahwa setiap mata acara memiliki keterkaitan makna, yakni mengenang jasa pahlawan sekaligus menanamkan nilai pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air. Perhatian khusus diarahkan kepada generasi muda agar mampu menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Sangasanga sebagai Kota Juang bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga sumber energi moral untuk menjaga persatuan, memelihara keamanan, dan mendorong pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Ia menegaskan komitmen aparat keamanan untuk terus mendukung kegiatan yang memperkuat semangat kebangsaan dan kemajuan daerah.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *