Mediasiutama.com, KUTAI BARAT — Bupati Kutai Barat Frederick Edwin secara resmi membuka Pelatihan UMKM bertema peningkatan daya saing usaha kecil dan menengah yang digelar di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kamis (29/1/2026), dengan menegaskan pentingnya peran kemasan produk sebagai kunci utama menembus pasar modern.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Frederick Edwin hadir langsung memberikan arahan kepada para pelaku UMKM yang berasal dari berbagai wilayah di Kutai Barat, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan pasar.
Bupati Frederick Edwin menyampaikan bahwa saat ini produk-produk UMKM Kutai Barat telah banyak dihasilkan dan dipasarkan melalui rumah makan, warung, toko, hingga mini market, sehingga menunjukkan potensi besar ekonomi kerakyatan yang perlu terus diperkuat dari sisi kualitas dan tampilan produk.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, produk UMKM kita sudah banyak beredar di masyarakat dan memiliki cita rasa serta kualitas yang baik, namun masih ada tantangan besar yang harus kita hadapi, terutama terkait kemasan produk,” ujar Frederick Edwin dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa kemasan produk memegang peranan sangat penting karena tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga sebagai identitas merek, alat promosi, serta penentu tingkat kepercayaan konsumen terhadap mutu dan keamanan produk yang dihasilkan UMKM.
Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak produk UMKM yang belum dikemas secara optimal dan belum memenuhi standar pasar modern, sehingga membatasi ruang gerak pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran.
“Persaingan pasar saat ini semakin ketat, sehingga kemasan menjadi salah satu penilaian utama konsumen sebelum membeli sebuah produk, khususnya di pasar modern yang memiliki standar tertentu,” katanya.
Oleh karena itu, Bupati menilai pelatihan ini menjadi langkah yang sangat relevan dan strategis dalam rangka pengembangan kualitas produk, peningkatan inovasi, serta penguatan daya saing UMKM agar mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.
Frederick Edwin juga menyambut baik dukungan Indomaret sebagai jaringan minimarket waralaba terbesar di Indonesia yang turut berperan aktif dalam mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Kutai Barat melalui skema kemitraan.
“Saya menyambut baik dukungan Indomaret yang berkomitmen mendampingi UMKM kita, karena kemitraan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke pasar modern,” ungkapnya.
Ia menilai kegiatan pelatihan tersebut patut diapresiasi karena merupakan wujud nyata dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas pelaku usaha agar lebih kreatif, inovatif, serta adaptif terhadap perubahan pasar.
Selain membahas desain kemasan, pelatihan ini juga diharapkan mampu membekali peserta dengan pengetahuan teknis mengenai standar kemasan, perlindungan produk, serta aspek higienitas sehingga produk UMKM dapat memenuhi persyaratan ritel modern dan meningkatkan volume penjualan.
“Dampak dari kegiatan ini sangat besar, mulai dari meningkatkan daya jual dan daya saing produk, memberikan perlindungan produk yang lebih baik selama proses distribusi dan penyimpanan, hingga mendorong UMKM beralih dari pemasaran tradisional menuju standar industri,” jelas Frederick.
Bupati menegaskan bahwa inovasi kemasan merupakan salah satu kunci agar usaha lokal dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, sehingga pelaku UMKM harus terus belajar dan meningkatkan kualitas produknya.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap produk UMKM Kutai Barat ke depan dapat dikemas sesuai standar yang berlaku, memiliki desain yang rapi dan menarik, serta mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas dan daya saing di pasaran,” katanya.
Ia juga berharap pelaku UMKM di Kutai Barat semakin meningkat kapasitas, kreativitas, dan kepercayaan dirinya, sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi, bernilai jual kuat, dan siap bersaing di pasar modern secara berkelanjutan.(ari)

