Mediasiutama.com, Balikpapan – Upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas terus diperkuat Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Timur melalui pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif. Salah satunya diwujudkan lewat program Polantas Menyapa yang kembali dilaksanakan oleh Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi (Subdit Regident) Ditlantas Polda Kaltim di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas SIM) Polresta Balikpapan, Kamis (29/01/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 11.00 Wita tersebut menyasar langsung masyarakat yang tengah mengurus penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM). Momentum ini dinilai strategis karena berada pada fase awal seseorang secara resmi memperoleh hak berkendara di jalan raya. Melalui interaksi langsung, kepolisian berupaya menanamkan pemahaman bahwa proses mendapatkan SIM bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan pintu masuk menuju budaya berlalu lintas yang beretika dan bertanggung jawab.
Dua personel Regident Ditlantas Polda Kaltim, yakni Ipda Saskia Wardhani BP, S.Kom., M.A.P., bersama Bripda Reva Kurnia R., hadir langsung menyapa para pemohon SIM. Keduanya aktif berdialog dengan masyarakat, memberikan edukasi seputar keselamatan berkendara, kepatuhan terhadap rambu dan aturan lalu lintas, serta pentingnya sikap saling menghormati antar pengguna jalan.
Dalam penyampaiannya, petugas menekankan bahwa SIM merupakan simbol kesiapan mental dan pengetahuan seseorang dalam berkendara. Dengan memiliki SIM, seorang pengendara dituntut tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran moral untuk menjaga keselamatan diri sendiri, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya. Pesan-pesan tersebut disampaikan secara persuasif dan mudah dipahami, sehingga menciptakan suasana dialog yang cair dan tidak menggurui.
Program Polantas Menyapa sendiri merupakan bagian dari strategi Ditlantas Polda Kaltim dalam memperkuat kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang Registrasi dan Identifikasi. Pendekatan ini menitikberatkan pada komunikasi dua arah yang edukatif, sekaligus membangun citra Polri sebagai institusi yang hadir sebagai mitra masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Satpas SIM Polresta Balikpapan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat tampak antusias dan memberikan respons positif terhadap kehadiran personel Polantas yang dinilai mampu menciptakan suasana pelayanan yang lebih ramah, terbuka, dan humanis.
Ke depan, program ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kalimantan Timur. Selain mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Polantas Menyapa juga diharapkan mampu menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan kesadaran berlalu lintas sejak dini, guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas secara berkelanjutan.(Yuliana W)

