Mediasiutama.com, TENGGARONG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mengklarifikasi isu yang beredar di masyarakat terkait jembatan yang disebut-sebut “goyang” akibat kepadatan kendaraan. Kasatlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, menegaskan bahwa tidak ada kondisi jembatan yang membahayakan, melainkan hanya terjadi penumpukan kendaraan akibat kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, dalam sepekan terakhir, tepatnya pada hari Minggu, terjadi empat kejadian kecelakaan lalu lintas di beberapa titik wilayah Kukar. Salah satu peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 Wita di jalur jembatan, sementara kejadian lain dilaporkan sekitar pukul 10.00 Wita di jalur dua wilayah kota, serta kecelakaan di kawasan Samboja.
“Isu jembatan goyang itu tidak benar. Yang terjadi adalah kepadatan kendaraan akibat kecelakaan lalu lintas. Saat anggota melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara, arus lalu lintas sempat tersendat,” jelas AKP Ahmad Fandoli, Selasa (10/2/2026).
Ia menyebut, kemacetan yang terjadi saat itu berhasil diurai dalam waktu sekitar 15 hingga 20 menit setelah petugas melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian. Satlantas juga menurunkan personel untuk memastikan arus kendaraan kembali normal dan aman dilalui masyarakat.
Terkait keselamatan di jembatan, AKP Ahmad Fandoli mengimbau para pengendara agar tidak melakukan manuver berbahaya, khususnya mendahului kendaraan di atas jembatan. Kondisi jembatan yang sempit dengan pembatas sungai di sisi kanan dan kiri membuat ruang gerak kendaraan sangat terbatas.
“Marka di jembatan adalah garis lurus tidak terputus, artinya tidak boleh mendahului. Kami mengimbau masyarakat untuk saling menghargai, menjaga etika berlalu lintas, dan meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi kecelakaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peningkatan volume kendaraan setiap akhir pekan, terutama pada hari Minggu, ketika banyak anak muda dan masyarakat dari berbagai daerah datang ke Tenggarong untuk berkumpul di kawasan Tepian. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menjadi lebih padat, sehingga tingkat kehati-hatian pengendara harus ditingkatkan.
Dalam upaya pengawasan, Satlantas Polres Kukar kini berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mengintegrasikan kamera CCTV di sejumlah titik. Pemantauan arus lalu lintas akan dipusatkan di Command Center Polres, sehingga petugas dapat segera merespons jika terjadi kemacetan atau kecelakaan.
“Masyarakat juga kami imbau untuk segera melapor ke call center 110 apabila melihat kejadian kecelakaan atau gangguan lalu lintas. Dengan begitu, petugas bisa cepat datang ke lokasi,” ujarnya.
Terkait balap liar, AKP Ahmad Fandoli menyebut pihaknya telah beberapa kali melakukan penertiban. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan balap liar tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian, melainkan membutuhkan peran keluarga dan sekolah.
“Orang tua harus mengawasi anak-anaknya, jangan dibiarkan keluar malam tanpa tujuan jelas. Sekolah juga perlu memberikan imbauan kepada siswa agar tidak terlibat balap liar. Kalau semua pihak bersinergi, insya Allah situasi akan lebih tertib, apalagi menjelang Ramadan,” tutupnya.
(Yuliana W)

