Mediasiutama.com, Tenggarong – Upaya memperkuat kesadaran dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan hidup kembali ditegaskan melalui kegiatan dialog bertajuk “Kolaborasi Hijau: Sinergi Pemerintah, Perusahaan, dan Masyarakat untuk Lingkungan Berkelanjutan” yang digelar di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara, Jumat (13/2/2026) malam.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 90 peserta ini menghadirkan unsur pemerintah, legislatif, akademisi, organisasi kepemudaan, pelajar, serta perwakilan perusahaan.
Dialog yang dimulai pukul 20.30 Wita tersebut menjadi ruang bertemunya gagasan lintas generasi. Kehadiran mahasiswa, pelajar, dan organisasi kepemudaan memberikan warna tersendiri, sekaligus menegaskan bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau dunia usaha, melainkan juga generasi muda sebagai pewaris masa depan daerah.
Sambutan Bupati Kutai Kartanegara yang wakil kan dibacakan oleh Kepala Bidang DLHK, Irawan, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, mengapresiasi inisiatif anak-anak muda yang menginisiasi dialog tersebut.
“Kami sangat senang dan bangga melihat generasi muda yang nantinya menjadi pemimpin masa depan memiliki kepedulian serius terhadap pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Irawan saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menegaskan, kepedulian tersebut selaras dengan visi pembangunan Kukar 2025–2029 yang menitikberatkan pada pengembangan pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, serta berkelanjutan.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa tantangan lingkungan semakin nyata, seiring meningkatnya frekuensi bencana alam di berbagai daerah.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menempatkan indikator penurunan emisi gas rumah kaca dan peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai prioritas pembangunan daerah.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap tantangan lingkungan yang semakin nyata. Penurunan emisi gas rumah kaca dan peningkatan kualitas lingkungan hidup menjadi prioritas yang harus kita capai bersama,”tegasnya.
Bupati juga menekankan kewajiban pelaku usaha untuk menjalankan praktik ramah lingkungan. Sektor pertambangan diwajibkan menerapkan Good Mining Practice, termasuk reklamasi dan pascatambang, sementara sektor perkebunan didorong menerapkan sertifikasi ISPO secara serius.
“Reklamasi dan pascatambang bukan pilihan, melainkan kewajiban. Begitu juga sektor perkebunan, sertifikasi ISPO harus dijalankan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan,”lanjutnya.
Dialog yang dipandu moderator berlangsung interaktif. Sejumlah peserta dari kalangan mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga perwakilan perusahaan menyampaikan pandangan, kritik, serta usulan solusi terkait persoalan lingkungan di Kutai Kartanegara.
Ketua DPD KNPI Kukar, Rian Tri Saputra, menilai forum seperti ini penting untuk mempertemukan gagasan anak muda dengan kebijakan pemerintah dan praktik dunia usaha.
“Anak muda harus terlibat aktif dalam isu lingkungan. Kolaborasi seperti ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan ikut mengawal pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 23.04 Wita tersebut berjalan tertib dan lancar. Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, forum ini diharapkan mampu melahirkan komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan pembangunan daerah berjalan seimbang dengan prinsip keberlanjutan.
(Yuliana W)

