February 23, 2026

Mediasiutama.com, Tenggarong – Menyambut datangnya Ramadan 1447 Hijriah, Lapas Kelas IIA Tenggarong menggelar aksi sosial di Masjid Baitul Banun, Rabu (18/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas, Suparman, bersama jajaran petugas serta melibatkan sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tengah mengikuti program reintegrasi sosial.

Aksi sosial ini menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, kegiatan difokuskan pada pembersihan dan penataan lingkungan tempat ibadah sebagai simbol kesiapan spiritual menyambut bulan suci.

Suparman menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan representasi nyata arah kebijakan pemasyarakatan yang lebih berdampak. Menurutnya, paradigma pembinaan saat ini menitikberatkan pada kebermanfaatan sosial, sehingga keberadaan lembaga pemasyarakatan harus mampu memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

“Aksi sosial di tempat ibadah ini selain sarana pengabdian dan kepedulian, tetapi juga wujud nyata pemasyarakatan yang berdampak dan pasti bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, aksi sosial ini turut melibatkan tujuh WBP yang telah memasuki tahapan reintegrasi sosial. Keterlibatan mereka dilakukan melalui mekanisme dan prosedur ketat, termasuk sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Hal ini menunjukkan bahwa proses pembinaan tidak berhenti pada pembelajaran di dalam lapas, tetapi juga membuka ruang partisipasi positif di tengah masyarakat secara terukur dan bertanggung jawab.

“Keterlibatan WBP juga melalui mekanisme dan SOP yang telah ditetapkan yakni sidang TPP,” imbuh Suparman.

Partisipasi WBP dalam kegiatan sosial tersebut menjadi refleksi pendekatan pembinaan yang menekankan nilai tanggung jawab, empati, dan kesiapan kembali ke lingkungan sosial.

Momentum Ramadan dipandang sebagai waktu yang tepat untuk menanamkan nilai spiritual sekaligus memperkuat karakter warga binaan melalui aktivitas yang konstruktif.

Sementara itu, Imam Masjid Baitul Banun, Muhammad Amin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian jajaran Lapas Tenggarong. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menghadirkan pesan moral tentang pentingnya memberi kesempatan kedua bagi individu yang sedang menjalani proses pembinaan.

“Semoga kegiatan aksi sosial ini menjadi ladang amal bagi kita semua yang terlibat dalam kegiatan ini,”ucapnya.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Tenggarong berharap aksi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan sasaran yang lebih luas. Dengan mengedepankan prinsip kolaborasi dan kebermanfaatan, pemasyarakatan diharapkan semakin adaptif, responsif, serta mampu membangun citra institusi yang profesional dan humanis di tengah masyarakat.

(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *