February 23, 2026

Mediasiutama.com, TENGGARONG – Bazar dan Festival Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi di kawasan Tangga Arung Square, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, resmi dibuka pada Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi pusat ekonomi rakyat sekaligus penguatan sektor UMKM selama bulan suci Ramadhan.

Pasar Tangga Arung, yang kini dikenal sebagai Tangga Arung Square, berlokasi di Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Revitalisasi kawasan tersebut dilakukan untuk menghadirkan ruang publik sekaligus sentra ekonomi yang lebih tertata, representatif, dan nyaman bagi masyarakat.

Acara pembukaan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kutai Kartanegara, pimpinan perangkat daerah, Camat Tenggarong beserta unsur Muspika, perwakilan Bank Kaltimtara Cabang Tenggarong, organisasi kemasyarakatan seperti PCNU, Muhammadiyah, LDII, DMI, jajaran Baznas Kukar, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Tenggarong menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan strategi konkret untuk menghidupkan kembali fungsi Tangga Arung Square sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Lebih dari 200 tenant UMKM ambil bagian dalam bazar ini dengan menyediakan aneka takjil, makanan berbuka puasa, hingga kebutuhan Ramadhan lainnya, sehingga masyarakat dapat berbelanja secara praktis dalam satu lokasi.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi bahwa Tangga Arung Square telah resmi kita operasionalkan sebagai ikon baru ekonomi rakyat di Tenggarong,” ujarnya.

Selain pemberdayaan UMKM, digitalisasi transaksi menjadi fokus utama melalui fasilitasi pembayaran non-tunai berbasis QRIS bekerja sama dengan Bank Kaltimtara. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari percepatan inklusi keuangan daerah, sekaligus menjawab perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin terbiasa dengan transaksi digital.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bazar Ramadhan bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang sosial dan spiritual yang memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan kepedulian dan kebersamaan. Kegiatan seperti ini harus menjadi sarana untuk menggerakkan ekonomi umat, khususnya pelaku UMKM lokal agar semakin mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Bupati Aulia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, kebersihan, serta ketertiban selama festival berlangsung. Ia meminta seluruh pihak, termasuk pedagang dan pengunjung, untuk bersama-sama menjaga aset daerah tersebut agar tetap bersih dan tertib.

Selain itu, pemerintah daerah juga menginstruksikan sinergi antara Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian guna mengatur arus lalu lintas di sekitar kawasan pasar, mengingat tingginya potensi lonjakan pengunjung menjelang waktu berbuka puasa.

Menurutnya, revitalisasi kawasan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis kerakyatan yang terintegrasi dengan sistem modern. Dengan dukungan perbankan melalui pembayaran digital, ia optimistis ekosistem ekonomi lokal akan semakin berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal dan semangat gotong royong.

Menutup rangkaian acara, dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Bazar dan Festival Ramadhan Kecamatan Tenggarong Tahun 2026/1447 Hijriah secara resmi dinyatakan dibuka. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi jangka pendek selama Ramadhan, tetapi juga menjadi fondasi penguatan ekonomi masyarakat Kutai Kartanegara secara berkelanjutan.

(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *