April 11, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kutai Kartanegara kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan modern melalui penyelenggaraan Pameran Kearsipan Tahun 2026. Kegiatan yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan hasil pengawasan kearsipan internal Tahun 2025 ini berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (9/10/4/2026).

Kepala Diarpus Kukar, H. M. Rida Darmawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem administrasi pemerintahan yang akuntabel, transparan, serta berbasis data dan bukti autentik. Menurutnya, pengelolaan arsip kini tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan administratif semata, melainkan telah berkembang menjadi instrumen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan.

“Arsip tidak lagi sekadar administrasi, tetapi menjadi sistem penting dalam mendukung perencanaan, pengambilan kebijakan, serta pertanggungjawaban publik,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengawasan terhadap 59 perangkat daerah, kualitas pengelolaan arsip di lingkungan Pemkab Kukar menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Sejumlah perangkat daerah berhasil meraih predikat sangat memuaskan, di antaranya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, RSUD A.M. Parikesit, Dinas Perhubungan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa kesadaran birokrasi terhadap pentingnya kearsipan semakin menguat.

Meski demikian, Diarpus juga mencatat masih adanya perangkat daerah dengan kategori baik dan cukup, yang akan menjadi fokus pembinaan ke depan. Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan standarisasi sistem kearsipan akan terus didorong agar kualitas pengelolaan arsip merata di seluruh organisasi perangkat daerah.

Sebagai bagian dari kegiatan, Pameran Kearsipan 2026 mengusung tema “Jejak Sejarah dan Perkembangan Kabupaten Kutai Kartanegara”. Pameran ini menghadirkan berbagai koleksi arsip, baik tekstual maupun non-tekstual, yang merekam perjalanan panjang daerah dari masa kesultanan, era kolonial, pembentukan daerah, hingga fase pembangunan modern.

Pengunjung diajak menelusuri berbagai zona tematik yang disusun secara kronologis dan edukatif, mulai dari sejarah kerajaan, masa kolonial, era otonomi daerah, hingga perkembangan digitalisasi arsip dan audio visual. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya wawasan masyarakat, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga warisan sejarah.

“Arsip bukan hanya milik masa lalu, tetapi merupakan jembatan menuju masa depan,”tegas Rida, menekankan nilai strategis arsip dalam membangun identitas daerah.

Ke depan, Diarpus Kukar menargetkan percepatan digitalisasi arsip sebagai bagian dari integrasi dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, serta keamanan data pemerintahan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada perangkat daerah berprestasi dalam pengelolaan arsip. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh OPD untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas tata kelola arsip.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara optimistis dapat membangun sistem kearsipan yang tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga mampu menjadi fondasi kuat bagi pemerintahan yang transparan, profesional, dan berorientasi masa depan.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *