
Ist.
Mediasiutama.com, Sangasanga – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Fieldmenyediakan dukungan air konsumsi hampir 500 galon per hari bagi warga di sekitar lokasi kejadian semburan lumpur bercampur gas. Dukungan tersebut disalurkan melalui pemberdayaan depo-depo air milik warga sekitar.Penyediaan air konsumsi ini tentu sangat bermanfaat di tengah berlangsungnya proses normalisasi layanan air bersih PDAM Tirta Mahakam Cabang Sangasanga.
Dukungan PEP Sangasanga Field itu menyusul kejadian semburan lumpur bercampur gas di tengah kegiatan pengeboran sumur migas di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Semburan tersebut telah berhasil dihentikan pada Sabtu sore pekan lalu (21/6).
Perusahaan bersinergi dengan PDAM Tirta Mahakam untuk melakukan pengurasan dan pembersihan fasilitas Water Treatment Plant (WTP) dan reservoir, pembongkaran dan penggantian media filter, serta pembilasan jaringan pipa distribusi air. Untuk penggantian total media filter, PEP Sangasanga Field memberikan dukungan logistik berupa 13.500 kg carbon active, 11.800 kg pasir silica, dan 1.250 kg Poly Aluminium Chlorida, serta biaya operasional untuk pengurasan dan pembersihan menyeluruh fasilitas WTP PDAM.
Kejadian semburan lumpur bercampur gas pada saat pekerjaan pengeboran sumur migas berhasil dihentikan dalam tempo tiga hari sejak awal kejadian. Perusahaan mengapresiasi seluruh anggota tim, yang dalam waktu terhitung singkat berhasil menghentikan semburan, dan kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung langkah-langkah penanganan. Pada Selasa, 24 Juni 2025, Perusahaan menerima kunjungan Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, di lokasi kejadian.
Seperti disampaikan sebelumnya, semburan yang keluaradalah fluida dari dalam sumur akibat tekanan reservoir yang ternyata lebih tinggi dibandingkan tekanan hidrostatik lumpur bor yang berbahan dasar air (water-based mud). Peristiwa yang terjadi adalah semburan gas keringbercampur air, di mana tidak menimbulkan ledakan ataupun api. Kejadian semburan seperti ini merupakan risiko yang sudah dimitigasi dalam setiap kegiatan pengeboran sumur migas.(Yuliana W)