August 30, 2025


Mediasiutama, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Loa Raya di Kecamatan Tenggarong Seberang terus mengembangkan objek wisata alam Batu Ampar yang mulai dibuka sejak 2022. Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara.

Objek wisata ini menyuguhkan panorama alam yang menarik dan kini menjadi fokus utama pengembangan wisata berbasis desa. Pemerintah desa menggandeng kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mengelola serta menjaga keberlangsungan kawasan wisata tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa pihaknya aktif memantau dan memberikan pendampingan kepada desa dan kelurahan yang mengembangkan potensi wisatanya masing-masing.

“Kami dari Dinas Pariwisata Kukar terus memonitor ini, di mana ada potensi-potensi wisata desa atau kelurahan yang bisa kita dampingi,” jelasnya belum lama ini.

Ia juga menyebutkan bahwa selain mendampingi, pihaknya juga membantu membentuk serta melatih Pokdarwis agar bisa menjalankan pengelolaan wisata secara profesional.

“Kami juga bisa bentuk Pokdarwisnya, kita berikan pelatihan, dan kita dampingi pemerintah desa untuk mengembangkan destinasi wisata agar menjadi potensi wisata yang maju dan baik,” ujarnya.

Salah satu bentuk konkret dukungan tersebut terlihat di Desa Loa Raya, dengan dikembangkannya wisata Batu Ampar yang semakin menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, mengungkapkan bahwa pembukaan objek wisata Batu Ampar dimulai setelah dirinya menjabat sebagai kepala desa pada 2022. Ia mengajak para tokoh masyarakat untuk bersama-sama membersihkan dan membuka akses ke lokasi tersebut.

“Jadi kalau Batu Ampar sekarang tidak dikelola, maka 40 tahun lagi baru dikelola kan. Nah, jadi saya kumpulkan lah tokoh-tokoh. Sama-sama naik ke atas itu kita bersihkan jalur-jalurnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan kawasan wisata Batu Ampar kini diserahkan kepada Pokdarwis bernama Sampai Ngelung yang telah dibentuk atas kerja sama dengan Dispar Kukar.

Menurut Martin, lokasi wisata Batu Ampar saat ini difokuskan untuk pengembangan area perkemahan (camping ground) yang berada di sekitar aliran sungai.

“Camping-nya itu di aliran sungai, lalu di sampingnya itu camping-camping. Terus gazebo sudah ada,” jelasnya.

Bahkan, pihaknya baru-baru ini mendapatkan undangan dari BRIDA Kukar karena lokasi wisata tersebut masuk dalam kajian riset daerah terkait potensi pengembangan lebih lanjut.

“Jadi apa-apa yang kurang di situ dilengkapi oleh BRIDA dengan Dinas Pariwisata. Dasarnya kajian dari BRIDA,” imbuhnya.

Martin mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu hasil riset dari BRIDA Kukar agar pengembangan wisata bisa lebih tepat sasaran dan mendapat dukungan anggaran lanjutan.

“Kalau risetnya tahun ini, ini masih berjalan. Jadi mudah-mudahan dengan hasil riset itu bisa menjadi acuan kita untuk meminta bantuan anggaran ke Dinas Pariwisata,” tutupnya.

Pengembangan Batu Ampar menjadi contoh bagaimana sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan instansi terkait mampu mengangkat potensi wisata lokal yang berdampak langsung pada perekonomian warga.

Adv/Dispar Kukar

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *