February 15, 2026

Ahmad Rifanie, Kabid Ekraf Dispar Kutim

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan seluruh agenda pengembangan ekonomi kreatif akan diselaraskan dengan 50 program prioritas Bupati, agar subsektor ini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan jangka menengah, termasuk penguatan pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kabid Ekraf Dinas Pariwisata Kutim, Ahmad Rifanie, menyebutkan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, setiap program ekraf harus terukur, terarah, dan selaras dengan indikator kinerja pemerintah daerah.

“Dalam visi misi Bupati, ada 50 program prioritas. Ekonomi kreatif harus ada di dalamnya dan menjadi bagian yang mendukung pencapaian seluruh indikator kinerja,” ujar Rifanie,

Rifanie menjelaskan, beberapa program prioritas yang terkait langsung dengan ekraf antara lain penyelenggaraan event nasional, penguatan sarana dan prasarana pariwisata, pembinaan UMKM kreatif, serta pengembangan kompetensi SDM melalui pelatihan subsektor ekraf. Sinergi ini diyakini akan memberikan arah yang jelas bagi pengembangan sektor kreatif dan menjamin keberlanjutan hasil yang dicapai.

“Event daerah seperti Lomplai, Festival Daya Kayang, dan Sekrat bukan sekadar panggung seni, tetapi juga ruang nyata bagi subsektor kuliner, fesyen, fotografi, dan kriya untuk berkontribusi dan bersinergi dengan pariwisata,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa ekraf dan pariwisata memiliki keterkaitan yang erat, karena pertumbuhan satu sektor akan memperkuat sektor lain. Event lokal yang dikombinasikan dengan kreativitas anak muda mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat Kutai Timur.

“Ekonomi kreatif dan pariwisata saling memberi dampak dan memperkuat, sehingga kita harus membangun sinergi yang berkelanjutan agar kontribusi ekraf terhadap pembangunan daerah semakin signifikan,” jelas Rifanie, menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan.

Lebih jauh, Rifanie berharap penyelarasan ekraf dalam program prioritas akan menghasilkan kebijakan yang berkesinambungan, sehingga pengembangan ekonomi kreatif tidak terputus meskipun terjadi pergantian program tahunan. Posisi ekraf yang lebih strategis ini diharapkan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dengan masuk ke program prioritas, ekonomi kreatif memiliki posisi yang lebih kuat dan terarah, mampu membuka peluang usaha baru, serta mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh,” tutup Rifanie, menggarisbawahi potensi ekraf sebagai pilar pembangunan Kutai Timur.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *