February 15, 2026

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Hujan deras disertai petir yang mengguyur wilayah Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, pada Minggu (21/12/2025) sore, mengakibatkan insiden yang nyaris merenggut nyawa. Tiga orang warga Desa Sepaso Selatan dilaporkan tersambar petir saat sedang berteduh di bawah pohon.

Insiden tersebut terjadi di kawasan PBR Desa Sepaso, tepatnya di dekat Patung Porodisa, pukul 16.00 WITA. Beruntung, respon cepat dari personil gabungan Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru (Pos Yan Nataru) berhasil menyelamatkan para korban untuk segera mendapatkan penanganan medis.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa personil piket Pos Yan Nataru yang terdiri dari Polri, Satpol PP, Tim Medis, dan Pramuka langsung bergerak menuju TKP sesaat setelah menerima laporan warga.

“Benar, telah terjadi insiden warga tersambar petir di Bengalon. Laporan masuk sekitar pukul 16.00 WITA, dan personil kami di Pos Pelayanan Nataru langsung merespon dengan mendatangi TKP. Prioritas utama petugas di lapangan adalah evakuasi korban secepat mungkin ke Puskesmas Bengalon untuk penanganan luka bakar,” ujar AKBP Fauzan Arianto dalam keterangannya, Minggu malam.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, kejadian bermula saat hujan deras turun di wilayah tersebut. Ketiga korban, yakni Gatot Setyahariadi, Ifasusanti, dan seorang pelajar berusia 12 tahun bernama Fery Pranata Saputra, memutuskan untuk berteduh di bawah sebuah pohon untuk menghindari hujan.

Tak lama berselang, terlihat kilatan petir yang disusul suara guntur menggelegar. Saksi kemudian melihat asap mengepul dari bawah pohon tempat ketiga korban berteduh. Warga yang panik kemudian mendapati ketiga korban sudah tergeletak di tanah.

“Anggota kami bersama warga setempat langsung mengevakuasi ketiga korban. Saat diperiksa tim medis Puskesmas Bengalon, korban Gatot mengalami luka bakar di bagian pinggul hingga paha, Ibu Ifasusanti mengalami luka di kaki kiri hingga pinggul, dan korban anak atas nama Fery mengalami luka di kaki dan punggung,” tambah Kapolres.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, juga menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian ini dan bersyukur para korban dapat diselamatkan. Pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

Menutup keterangannya, AKBP Fauzan memberikan himbauan tegas kepada masyarakat Kutai Timur mengingat cuaca ekstrem yang masih sering terjadi di penghujung tahun 2025 ini.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kutim agar lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan ketika hujan deras. Sangat disarankan untuk tidak berteduh di bawah pohon atau berada di area terbuka saat ada petir, karena sangat berisiko. Lebih baik mencari bangunan permanen yang aman,” pungkas Perwira Menengah berpangkat melati dua tersebut.

Saat ini, ketiga korban masih dalam penanganan medis dan kondisinya dilaporkan stabil.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *