February 15, 2026

Mediasiutama.com, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi memulai pembangunan Jembatan Pendamping Jembatan Besi Tenggarong melalui prosesi Baca Doa Selamat dan Tempong Tawar yang sarat makna adat dan budaya, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Haji Rendi Solihin, sebagai penanda dimulainya salah satu proyek infrastruktur strategis di jantung Kota Tenggarong.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menegaskan bahwa pembangunan jembatan pendamping ini bukanlah bentuk renovasi atau perubahan terhadap Jembatan Besi Tenggarong yang telah berdiri sejak lama. Sebaliknya, jembatan baru ini dibangun sebagai pengganti fungsi lalu lintas kendaraan, dengan tetap menjaga eksistensi Jembatan Besi sebagai aset sejarah dan cagar budaya Kutai Kartanegara.

Menurut Aulia, keputusan tersebut diambil melalui proses panjang yang melibatkan diskusi mendalam dan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, para pemerhati budaya, serta tokoh adat. Dari hasil musyawarah itu, disepakati bahwa Jembatan Besi Tenggarong merupakan warisan heritage yang tidak boleh diubah atau dirusak oleh kepentingan pembangunan modern.

“Jembatan besi ini memiliki nilai sejarah dan identitas budaya yang sangat kuat bagi masyarakat Kukar. Karena itu, kita memilih membangun jembatan pendamping dengan menggeser posisi akses, agar fungsi mobilitas tetap berjalan tanpa mengorbankan warisan leluhur,” ujar Aulia.

Ke depan, Jembatan Besi Tenggarong direncanakan hanya digunakan untuk pejalan kaki dan pesepeda. Konsep ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian struktur jembatan bersejarah, tetapi juga menciptakan ruang publik yang lebih ramah, aman, dan bernilai wisata.

Meski demikian, faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Bupati Aulia mengungkapkan bahwa kondisi bagian bawah struktur besi jembatan lama sudah mulai mengalami pelapukan. Oleh karena itu, ia telah meminta agar dilakukan penguatan fondasi guna menjamin keamanan masyarakat yang akan memanfaatkan jembatan tersebut.

Sementara itu, jembatan pendamping yang baru akan segera difungsikan setelah diresmikan secara resmi. Kehadirannya diyakini akan memperkuat konektivitas kawasan kota, khususnya dalam mendukung akses menuju pasar baru yang tengah dikembangkan Pemkab Kukar.

Pasar baru tersebut dirancang dengan konsep modern semi-mal, yang diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur jembatan yang memadai, pemerintah optimistis kawasan ini akan tumbuh sebagai pusat pergerakan ekonomi baru di Tenggarong.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari visi besar kita membangun Kukar yang maju, berdaya saing, tanpa meninggalkan akar sejarah dan budayanya,” pungkas Aulia.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *