Mediasiutama.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis hingga Sabtu, 5–7 Februari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan sinergi dan kerja sama antardaerah dalam bidang penanggulangan bencana, sekaligus penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun 2026 serta upaya mempererat koordinasi lintas wilayah dalam menghadapi potensi bencana. Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul dan diikuti unsur Forkopimda, serta pejabat terkait dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perjalanan dinas rombongan dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menuju Bandara Silangit, Sumatera Utara, melalui Batam. Setibanya di Tapanuli Tengah, rombongan melakukan kunjungan resmi dan silaturahmi ke Kantor Bupati setempat untuk memperkuat hubungan kelembagaan serta membahas strategi kolaboratif dalam penanggulangan bencana.
Selain agenda pertemuan resmi, rombongan juga melakukan kunjungan lapangan ke lokasi shelter pengungsi. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung sistem penanganan bencana yang diterapkan di daerah tersebut, termasuk tata kelola pengungsian, koordinasi lintas sektor, serta mekanisme penyaluran bantuan.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menyalurkan 300 paket bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat solidaritas antardaerah.
Kunjungan kerja ini juga diisi dengan diskusi dan pertukaran informasi terkait kebijakan, kesiapsiagaan, mitigasi, serta penanganan pascabencana.
Melalui forum tersebut, kedua daerah berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga dapat menjadi referensi dalam peningkatan kapasitas penanggulangan bencana di masing-masing wilayah.
Dari hasil kegiatan, terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin baik antara Forkopimda Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Rombongan juga memperoleh gambaran langsung mengenai sistem penanggulangan bencana, termasuk pengelolaan shelter dan mekanisme kerja sama lintas instansi.
Selain itu, tercapai kesepahaman awal untuk meningkatkan kerja sama antardaerah dalam bidang kebencanaan. Wawasan dan referensi yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi bekal bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayahnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Secara keseluruhan, kunjungan kerja tersebut berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat strategis dalam memperkuat sinergi penanggulangan bencana antara kedua daerah.
( Yuliana W)

