Mediasiutama.com, TENGGARONG – Rangkaian peringatan hari jadi ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura berlangsung khidmat melalui berbagai agenda budaya dan sosial yang dipusatkan di wilayah Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara. Salah satu kegiatan utama yang digelar adalah Kirab Budaya yang dilaksanakan pada Minggu (8/2/2026), sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi serta penguatan identitas budaya masyarakat Kutai.
Kegiatan kirab tersebut dilaksanakan di kawasan budaya yang telah ditetapkan, yakni di sekitar Kedaton. Rute kirab dimulai dari depan Kedaton dan berakhir di titik yang sama, menegaskan makna simbolis bahwa seluruh rangkaian kegiatan berpusat pada tradisi dan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, H. Heriansyah, S.E., M.Si., yang hadir sebagai perwakilan dari Ayahanda Sultan Aji Muhammad Arifin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak Kesultanan dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya leluhur.
Menurutnya, kegiatan kirab budaya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari visi pembangunan daerah yang menempatkan budaya sebagai fondasi utama. Hal tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2035 yang mengusung visi “Kukar Tangguh dan Berbudaya”.
“Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama Kesultanan ingin menegaskan bahwa adat istiadat dan budaya merupakan pondasi penting dalam pembangunan daerah. Identitas budaya harus terus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujar Heriansyah.
Selain kirab budaya yang dilaksanakan pada Minggu (8/2/2026), rangkaian peringatan hari jadi Sultan juga diisi dengan kegiatan sosial. Pada Sabtu (7/2/2026), digelar bakti sosial berupa sunatan massal yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di Kota Tenggarong dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara Kesultanan, pemerintah, dan masyarakat.
Sementara itu, puncak peringatan akan dilaksanakan pada Senin (9/2/2026), bertepatan dengan hari lahir Sultan. Pada momen tersebut, akan digelar acara sakral di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang menjadi inti dari seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui rangkaian acara ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga adat dan budaya sebagai bagian dari jati diri daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara unsur pemerintahan, Kesultanan, dan masyarakat dalam mewujudkan Kutai Kartanegara yang tangguh, berbudaya, dan berkarakter.
Peringatan hari jadi Sultan ke-75 ini tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga refleksi komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya sebagai pijakan dalam membangun masa depan daerah yang berkelanjutan.
(Yuliana W)

