April 6, 2026

Kegiatan Launching Cap Jempol-Ist

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) resmi meluncurkan program inovasi bertajuk “Cap Jempol Stop Stunting” sebagai bentuk penguatan komitmen percepatan penurunan angka stunting di daerah, yang digelar di Ruang Akasia Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Selasa (28/10/2025).

Peluncuran program tersebut menjadi penanda langkah serius Pemkab Kutim dalam memperkuat upaya pencegahan stunting secara kolaboratif, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan, lembaga terkait, serta elemen masyarakat hingga tingkat kecamatan dan rukun tetangga.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang didampingi Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi beserta jajaran anggota dewan, Bunda PAUD Kutim Siti Robiah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kutim.

Turut hadir Kepala DPPKB Kutim Junaidi bersama jajaran, para camat, perwakilan ketua RT di sekitar wilayah Sangatta Utara, serta tamu undangan lainnya yang memiliki peran strategis dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Kutai Timur.

Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang digagas DPPKB Kutim bersama tim percepatan penurunan stunting, karena dinilai mampu memperkuat kesadaran dan keterlibatan lintas sektor dalam menangani persoalan stunting secara berkelanjutan.

“Percepatan penanganan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga seluruh unsur masyarakat yang memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga,” ujar Ardiansyah saat memberikan sambutan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting sangat bergantung pada konsistensi program, kekuatan kolaborasi, serta kesadaran bersama untuk memberikan perhatian pada pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan sejak usia dini.

“Dari sekitar 50 program pemerintah daerah, terdapat kurang lebih 18 program yang secara langsung bersinergi dengan upaya penurunan stunting dan penanganan keluarga berisiko stunting,” ucap Ardiansyah dengan nada optimistis.

Menurutnya, dengan adanya program Cap Jempol Stop Stunting, berbagai intervensi yang telah berjalan dapat saling menguatkan, sehingga dampaknya akan lebih maksimal dan menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan pendampingan.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa inovasi tersebut akan menjadi penggerak baru dalam memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam mendukung target penurunan prevalensi stunting di Kutai Timur.

“Kami percaya, melalui langkah bersama dan komitmen yang konsisten, upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kutim Junaidi menjelaskan bahwa program Cap Jempol Stop Stunting dirancang sebagai simbol komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam pencegahan stunting, mulai dari hulu hingga hilir.

Program ini juga menjadi sarana edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, balita, dan remaja.

“Kegiatan ini kami laksanakan dengan semangat kolaborasi sebagai langkah baru Kutai Timur dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mempersiapkan generasi emas yang sehat dan berkualitas,” ungkap Junaidi di sela kegiatan.

Melalui peluncuran program ini, Pemkab Kutim berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama dalam satu visi, menjadikan pencegahan stunting sebagai agenda prioritas daerah, demi mewujudkan masa depan Kutai Timur yang lebih sehat, tangguh, dan berdaya saing.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *