Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor

Mediasiutama.com,KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan keseriusan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembentukan tim percepatan ekonomi nasional, yang merumuskan sembilan strategi utama sebagai panduan kerja lintas sektor untuk mengakselerasi pembangunan dan memperluas dampak kesejahteraan masyarakat.
Langkah strategis tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor, yang menjelaskan bahwa sembilan strategi itu dirancang untuk menyelaraskan arah kebijakan ekonomi daerah dengan target pembangunan nasional, termasuk sasaran pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029.
Noviari menerangkan bahwa strategi pertama yang menjadi fokus pemerintah daerah adalah percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, karena belanja pemerintah memiliki dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi, terutama melalui proyek pembangunan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menghidupkan aktivitas usaha masyarakat.
“Percepatan realisasi APBD menjadi sangat penting, karena dari sanalah aktivitas ekonomi bergerak lebih cepat, baik dari sisi pembangunan fisik, penyerapan tenaga kerja, hingga perputaran uang di tengah masyarakat,” ujar Noviari dalam keterangannya,belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa selain belanja daerah, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada upaya mempercepat masuknya investasi ke Kabupaten Kutai Timur, dengan terus memperbaiki iklim usaha dan memberikan kemudahan perizinan agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di daerah.
“Percepatan investasi ini menjadi kunci agar sektor-sektor produktif di Kutai Timur dapat berkembang pesat dan memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Menurut Noviari, pembangunan infrastruktur juga masuk dalam prioritas utama strategi percepatan ekonomi, karena infrastruktur yang memadai akan memperlancar distribusi barang dan jasa serta meningkatkan konektivitas antarwilayah, yang pada akhirnya mendorong efisiensi biaya dan daya saing daerah.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur strategis secara tepat waktu, mulai dari pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, jembatan, hingga fasilitas publik lain yang menunjang aktivitas ekonomi warga.
“Infrastruktur memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi, sehingga penyelesaiannya harus tepat waktu dan tepat sasaran,” katanya.
Selain fokus pada pembangunan dan investasi, Pemkab Kutim juga memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah dengan melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok secara rutin, agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu oleh lonjakan harga barang-barang esensial.
Dalam strategi percepatan ekonomi tersebut, pemerintah daerah juga berkomitmen memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat dengan menggandeng dunia usaha dan memaksimalkan potensi lokal, sehingga angka pengangguran dapat ditekan secara berkelanjutan.
Pengembangan potensi usaha lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, menjadi perhatian serius pemerintah daerah, dengan memberikan dukungan pada aspek pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pasar agar UMKM mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah, sehingga harus kita dukung secara konsisten agar mampu tumbuh dan bertahan,” tegas Noviari.
Ia juga menekankan pentingnya penyederhanaan proses perizinan usaha, yang dinilai sebagai langkah krusial untuk mengurangi hambatan birokrasi dan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi para pelaku ekonomi di Kutai Timur.
Noviari menambahkan bahwa seluruh strategi percepatan ekonomi yang disusun tersebut tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan sinergi multipihak, mulai dari dunia usaha, kalangan akademisi, hingga komunitas masyarakat.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat harus ikut berperan aktif agar percepatan pembangunan ekonomi Kutai Timur bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

