April 7, 2026

Bupati Kutim

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang terus menjadi persoalan mendesak di masyarakat. Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan hal ini usai menerima laporan dan masukan dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati Ardiansyah menjelaskan, masukan yang diterima berasal dari berbagai pihak mulai dari Dandim, Kapolres, Kajari, Lanal, hingga Ketua DPRD, yang menyampaikan data, informasi, dan persoalan terkait kasus kekerasan yang terjadi di lapangan.

“Materi ini sangat krusial sehingga tidak mungkin kita bahas hanya dalam satu pertemuan. Kita ingin mendapatkan rekomendasi yang implementatif karena ini persoalan yang sangat mendasar,” ujar Ardiansyah belum lama ini.

Menurutnya, pembahasan isu ini akan kembali dilanjutkan pada rapat perwakilan yang dijadwalkan bulan depan, dengan tujuan merumuskan strategi dan langkah konkret dalam memberikan perlindungan lebih efektif bagi perempuan dan anak.

“Kita akan bawa kembali materi ini pada pertemuan berikutnya. Harapannya, semua masukan bisa disinergikan menjadi program yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” jelas Bupati, menekankan pentingnya kesinambungan proses perumusan kebijakan.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemerintah menyiapkan regulasi khusus untuk memperkuat perlindungan, Ardiansyah menyebut bahwa opsi tersebut terbuka, namun keputusan final baru akan ditentukan pada rapat berikutnya.

“Nanti akan kita bahas di bulan depan apakah ada usulan regulasi. Kita cek lagi semua masukan yang masuk,” ungkapnya, memastikan setiap langkah kebijakan akan didasari kajian mendalam dan masukan dari berbagai pihak terkait.

Ia menegaskan bahwa fokus utama bukan sekadar merumuskan aturan, tetapi memastikan regulasi yang dibuat benar-benar aplikatif dan mampu menjawab persoalan kekerasan yang terjadi di masyarakat.

“Kita ingin hasil pembahasan ke depan menghasilkan rekomendasi yang implementatif. Regulasi harus matang dan bisa diterapkan di lapangan, sehingga memberi perlindungan nyata bagi perempuan dan anak,” tambahnya, menegaskan komitmen pemerintah Kutim.

Bupati Ardiansyah juga menyebut, upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk menumbuhkan lingkungan aman dan nyaman bagi warga, serta memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan.

Dengan langkah ini, Pemkab Kutim berkomitmen menempatkan isu kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai prioritas pembangunan sosial, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan dapat dijalankan secara efektif dan berkelanjutan.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *