Bupati Kutim

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan konsistensi alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan yang telah berjalan lebih dari dua dekade, menjadikannya salah satu kebijakan paling stabil dan strategis dalam sejarah pembangunan daerah ini, sebagai fondasi utama pengembangan kualitas sumber daya manusia lokal.
Kebijakan ini bukan sekadar memenuhi ketentuan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pendidikan, termasuk pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi sekolah rusak, pengadaan fasilitas pendukung, serta peningkatan kualitas pembelajaran dan dukungan bagi sekolah swasta yang berperan penting dalam pemerataan layanan.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pentingnya stabilitas anggaran pendidikan sebagai pijakan jangka panjang.
“Sejak awal 2000-an, alokasi pendidikan tidak pernah turun. Ini menjadi pondasi kita dalam mencetak generasi berkualitas yang mampu bersaing dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya saat ditemui di kantor Bupati, menekankan bahwa pendidikan adalah investasi strategis, bukan beban fiskal.
Menurut Ardiansyah, konsistensi anggaran pendidikan menjadi inti dari perencanaan pembangunan, karena kualitas sumber daya manusia berperan sebagai penggerak utama sektor lainnya.
“Pendidikan adalah jantung pembangunan. Dengan investasi di sektor ini, semua sektor lain akan bergerak lebih produktif dan berkelanjutan,” tambahnya, menjelaskan filosofi di balik prioritas anggaran yang konsisten selama lebih dari 20 tahun.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-perangkat daerah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memastikan setiap rupiah dari alokasi tersebut memberi manfaat nyata bagi siswa, guru, dan masyarakat secara luas.
“Setiap anggaran yang digelontorkan harus tepat sasaran. Kolaborasi lintas instansi memastikan kualitas dan akses pendidikan meningkat, serta semua warga dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” tegasnya, mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan.
Kebijakan ini juga mendukung berbagai program tambahan, mulai dari bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, beasiswa mahasiswa, hingga dukungan peningkatan kapasitas sekolah swasta yang ikut mendukung pemerataan layanan.
“Stabilitas anggaran pendidikan bukan sekadar angka persentase, tetapi menjaga keberlanjutan investasi jangka panjang bagi masa depan Kutai Timur. Dengan SDM yang kuat, kita membangun daerah yang kompetitif, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Ardiansyah.
Dengan strategi ini, Kutai Timur berharap pendidikan menjadi tulang punggung pembangunan daerah, memperkuat ketahanan sosial, dan mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global, sekaligus menjadi warisan berharga bagi pembangunan jangka panjang daerah.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

