Wakil Bupati Kutim

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah menyiapkan strategi pengembangan pertanian modern dengan memanfaatkan kolaborasi lintas instansi dan studi banding ke sejumlah daerah, sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan menciptakan kemandirian bibit sawit, sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda daerah tersebut.
Upaya ini dilakukan karena Kutim memiliki potensi lahan yang luas, tidak hanya untuk pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, tetapi juga untuk inovasi di sektor pertanian. Pendekatan teknologi menjadi fokus agar hasil pertanian lebih optimal, namun Mahyunadi menekankan bahwa pertanian tetap membutuhkan proses alami yang tidak bisa sepenuhnya digantikan kecerdasan buatan.
Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, menyampaikan bahwa pertanian memerlukan ketekunan dan perhatian khusus, sebab setiap tanaman melalui proses yang harus dihormati secara alamiah.
“Saya sudah berkolaborasi dengan sejumlah instansi dan juga melakukan studi banding ke beberapa daerah untuk mengkaji perkembangan teknologi pertanian modern. Dari semua yang bisa direkayasa melalui AI, pertanian tetap harus melalui proses alami. Misalnya menanam biji jagung baru bisa tumbuh jagung unggul dan produktif,” ujar Mahyunadi, menegaskan filosofi pengembangan pertanian yang dikombinasikan dengan teknologi.
Mahyunadi juga menyoroti kondisi perkebunan kelapa sawit di Kutim yang mencapai hampir 500 ribu hektar, namun seluruh bibit masih bergantung pada pembibitan dari Pulau Sumatera.
“Ke depan kita coba bermanuver agar dapat memproduksi bibit sawit sendiri. Dalam 5-10 tahun ke depan, hampir 500 ribu hektar lahan sawit akan direplanting dan membutuhkan bibit baru. Ini menjadi peluang untuk menciptakan kemandirian lokal,” jelasnya.
Selain itu, Mahyunadi menekankan pentingnya peran generasi muda Kutim dalam membuka peluang usaha dari sektor pertanian, sehingga mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kita harus menciptakan generasi muda yang tidak hanya bermental mencari kerja, tetapi mampu menciptakan dan membuka peluang usaha sendiri, berdampak ekonomi bagi diri sendiri dan juga orang banyak,” pungkas Mahyunadi.
Dengan strategi pengembangan pertanian berbasis teknologi modern dan kemandirian bibit lokal, Kutai Timur menargetkan peningkatan produksi, efisiensi, dan peluang usaha baru yang lebih luas, sekaligus membentuk generasi muda yang inovatif dan mandiri di sektor pertanian dan perkebunan.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

