April 8, 2026

Mediasiutama.com, KUTAI TIMUR – Komitmen mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan kembali diwujudkan melalui aksi nyata di daerah. Jajaran Polsek Muara Wahau, Polres Kutai Timur, bersama PT Tapian Nadenggan (Sinarmas Group) dan masyarakat setempat, berhasil melaksanakan panen raya jagung di Desa Jak Luay, Kecamatan Muara Wahau, Rabu (4/2/2026).

Dari lahan seluas satu hektare, kolaborasi ini menghasilkan sekitar satu ton jagung pipil, menjadi bukti konkret bahwa sinergi lintas sektor mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan panen raya ini tidak hanya dimaknai sebagai keberhasilan pertanian semata, tetapi juga sebagai simbol hadirnya negara melalui Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan merupakan bagian dari strategi besar menjaga stabilitas nasional, di mana keamanan dan ketersediaan pangan berjalan beriringan.

Menurut Kapolres, Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden menempatkan ketahanan pangan sebagai pilar penting pembangunan. Oleh karena itu, Polri dituntut adaptif dan responsif, tidak hanya berfokus pada tugas penegakan hukum, tetapi juga mengambil peran sebagai penggerak dan pendamping masyarakat.

“Polri harus hadir sebagai solusi. Ketika pangan kuat, maka ketahanan sosial dan keamanan wilayah juga akan semakin kokoh,” tegasnya.

Keberhasilan panen jagung di Desa Jak Luay, lanjut Kapolres, diharapkan menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi wilayah lain di Kutai Timur maupun Kalimantan Timur secara umum. Ia menilai pola kemitraan antara Polsek, perusahaan swasta, dan pemilik lahan merupakan kunci utama yang dapat direplikasi untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan daerah.

Sementara itu, Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono menjelaskan bahwa jagung yang dipanen merupakan hasil tanam sejak 8 Oktober 2025 di lahan milik warga binaan bernama Nurbayah. Lahan tersebut dikelola dengan pola tumpang sari dan pendampingan intensif sejak tahap awal penanaman hingga masa panen.

“Hasil satu ton jagung pipil ini menunjukkan potensi lahan di wilayah Muara Wahau sangat menjanjikan jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran aktif personel Polsek, khususnya Kanit Sabhara dan Kanit Binmas, yang secara rutin melakukan pendampingan teknis dan pembinaan kepada warga. Dukungan PT Tapian Nadenggan dinilai sangat signifikan, baik dari sisi teknis budidaya maupun penyediaan sarana pendukung, sehingga panen Kuartal I tahun 2026 dapat berjalan sesuai target.

Panen raya ini turut dihadiri perwakilan manajemen PT Tapian Nadenggan, di antaranya Security Region Kaltim 2 H. M. Ilyas beserta jajaran asisten kebun. Kehadiran unsur swasta tersebut menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Muara Wahau diyakini mampu menjadi salah satu lumbung pangan baru di Kutai Timur.

(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *