April 6, 2026

Tari Beleongan, Tarian Penyambutan Bernuansa Kutai Meriahkan Kaseh Selamat Sultan di Kedaton

 

Mediasiutama.com, KUTAI KARTANEGARA – Tari Beleongan, salah satu ragam tari Jepen bernuansa Kutai, ditampilkan dalam prosesi penyambutan tamu pada acara Kaseh Selamat Sultan yang berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Minggu (8/2/2026). Kegiatan tersebut digelar di Kedaton yang beralamat di Jalan Monumen Timur, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegar.

Tarian tersebut menjadi simbol penghormatan bagi para tamu kehormatan yang hadir dalam rangkaian acara adat kesultanan. Dengan gerakan yang lembut, ritmis, dan sarat makna, Tari Belenong merepresentasikan keanggunan serta keramahan budaya Kutai yang diwariskan secara turun-temurun.

Tari Beleongan merupakan tarian khusus untuk menyambut tamu yang datang ke Kedaton. Setiap tamu kehormatan, baik dari lingkungan kesultanan, kerajaan lain, maupun unsur pemerintahan, disambut dengan tarian tersebut sebagai bentuk penghormatan adat.

“Tari Beleongan yang ditampilkan itu merupakan tari penyambutan tamu. Setiap tamu yang datang ke Kedaton disambut dengan tarian tersebut,” jelas narasumber.

Tarian ini merupakan hasil garapan tim kesenian Cahaya Kedaton yang dipimpin oleh Gelar Indra Prabu Ningrat, Hajah Aji Imelda. Selain dikenal sebagai pencipta tarian, Haji Imelda juga berperan sebagai pelatih utama, dibantu sejumlah anggota tim dalam proses latihan dan pengembangan koreografi.

Secara artistik, Tari Beleongan mengadopsi unsur tari Jepen dengan sentuhan khas Kutai. Gerakannya menggambarkan sikap hormat, kehalusan budi, serta nilai persaudaraan yang menjadi bagian penting dalam tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara.

Selain ditampilkan dalam kegiatan adat kesultanan, Tari Beleongan juga kerap dipentaskan pada acara resmi pemerintahan maupun kegiatan kebudayaan. Hal ini menunjukkan bahwa tarian tersebut tidak hanya berfungsi sebagai simbol tradisi, tetapi juga sebagai sarana promosi budaya daerah.

Keberadaan tim Kesenian Cahaya Kedaton yang membina Tari Beleongan pun telah mendapat pengakuan resmi. Kelompok seni tersebut tercatat di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga memiliki ruang untuk berkembang, baik dalam pelatihan, pertunjukan, maupun regenerasi penari muda.

Dengan terus ditampilkannya Tari Beleongan dalam berbagai kegiatan resmi, kesenian ini diharapkan tetap hidup sebagai bagian dari identitas budaya Kutai Kartanegara. Tradisi yang terjaga melalui seni tari menjadi bukti bahwa warisan leluhur tetap memiliki tempat terhormat di tengah arus modernisasi.

(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *