April 7, 2026

Mediasiutama.com, Kalimantan Timur – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menunjukkan kinerja impresif dalam pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi melalui keberhasilan onstream Platform WPN-7 di Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5), Wilayah Kerja Mahakam. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga keberlanjutan produksi energi nasional, khususnya pasokan gas bumi.

Platform WPN-7 resmi mulai beroperasi pada 23 Maret 2026 dengan dua sumur utama, yakni NB-701 dan NB-702. Pada fase awal produksi, sumur NB-701 mencatatkan angka sebesar 9,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), sementara sumur NB-702 menghasilkan 12,5 MMSCFD. Melalui proses optimalisasi bertahap, total produksi dari kedua sumur tersebut ditingkatkan hingga mencapai 20 MMSCFD.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari penerapan standar operasional yang disiplin dan berorientasi pada keselamatan kerja. Ia menyebut bahwa setiap tahapan proyek dijalankan secara cermat untuk memastikan keandalan fasilitas serta meminimalkan risiko operasional.

“Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kami dalam menjalankan operasi hulu migas yang selamat, andal, dan efisien, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan energi nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, keberadaan WPN-7 menjadi platform ketiga yang berhasil dioperasikan dalam rangkaian pengembangan SNB AOI 1-3-5. Sebelumnya, PHM telah lebih dahulu mengoperasikan platform WPS-4 dan WPS-5. Secara keseluruhan, proyek ini dirancang mencakup enam platform sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi di Wilayah Kerja Mahakam.

Dalam pelaksanaannya, PHM memastikan seluruh proses commissioning dilakukan melalui serangkaian pengujian ketat, termasuk Emergency Shutdown (ESD) system test dan leak test untuk menjamin integritas fasilitas. Selain itu, metode controlled ramp-up diterapkan guna menjaga stabilitas aliran produksi sekaligus menghindari gangguan operasional di tahap awal produksi.

Tambahan produksi gas dari proyek ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan gas untuk kebutuhan domestik. Wilayah Kerja Mahakam sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor utama produksi gas di Indonesia.

Ke depan, PHM berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi lapangan melalui inovasi teknologi dan efisiensi operasional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi migas nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemandirian energi Indonesia

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *