April 26, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Peristiwa kebakaran kembali mengguncang permukiman warga di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (23/4/2026) dini hari. Insiden yang terjadi di RT 11, Kampung Baru, Desa Liang Ilir ini menghanguskan sedikitnya lima unit rumah, sementara tiga bangunan lainnya turut terdampak akibat kobaran api yang cepat merambat.

Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 01.45 WITA, saat kondisi lingkungan masih sepi aktivitas. Material bangunan yang mayoritas berbahan kayu membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Warga yang terbangun berupaya melakukan penyelamatan seadanya sembari menunggu bantuan datang.

Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Kota Bangun pada pukul 01.53 WITA dari Kepala Desa Liang Ilir. Tim piket segera bergerak cepat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 02.07 WITA. Saat petugas tiba, api sudah menghanguskan tiga rumah dan terus berpotensi meluas.

Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, menjelaskan bahwa proses pemadaman dilakukan secara intensif dengan mengerahkan berbagai peralatan, termasuk dua unit tangki air berkapasitas besar, mesin pompa, serta selang dan nozel pemadam.

“Api berhasil kami kuasai dalam waktu kurang lebih satu jam. Namun proses pendinginan tetap dilakukan hingga pukul 04.00 WITA untuk memastikan tidak ada titik api tersisa,”jelasnya.

Sebanyak delapan personel piket diterjunkan dalam operasi ini, dibantu tujuh personel tambahan serta sejumlah relawan dari berbagai desa, seperti Kota Bangun Ulu, Kota Bangun Ilir, Liang Ulu, Liang Ilir, hingga Kota Bangun Seberangan. Dukungan unsur Muspika Kecamatan Kota Bangun turut memperkuat penanganan di lapangan.

Petugas juga memastikan situasi benar-benar aman dengan tetap bersiaga hingga pukul 04.40 WITA guna mengantisipasi munculnya bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Hingga saat ini, data korban jiwa maupun kerugian material masih dalam tahap pendataan.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmatan Kutai Kartanegara, H. Fida Hurasani, S.Sos, memberikan apresiasi atas kecepatan dan soliditas tim di lapangan dalam merespons kejadian tersebut. Menurutnya, sinergi antara petugas, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan dampak kebakaran.

“Respons cepat personel di lapangan patut diapresiasi. Ini bukti kesiapsiagaan petugas dan sinergi yang baik antara Damkar, relawan, serta masyarakat dalam upaya meminimalisir dampak kebakaran,” ungkapnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan dengan dominasi bangunan berbahan mudah terbakar. Selain itu, kesiapan infrastruktur dan koordinasi lintas pihak dinilai menjadi faktor krusial dalam menghadapi situasi darurat secara efektif.

Dengan respons cepat dan kerja sama yang solid, dampak kebakaran yang lebih luas berhasil ditekan. Namun demikian, upaya pencegahan tetap menjadi langkah utama agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

(Yuliana w)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *