May 19, 2026

Mediasiutama.com, Samarinda – Kota Samarinda kembali menjadi pusat perhatian olahraga nasional setelah Listyo Sigit Prabowo membuka secara resmi Kejuaraan Kapolri Cup cabang olahraga judo di GOR Segiri, Senin (18/5/2026). Turnamen tersebut tidak hanya menghadirkan atlet dari lingkungan kepolisian, tetapi juga diikuti peserta umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Kejuaraan ini dipandang bukan sekadar agenda kompetisi olahraga, melainkan bagian dari strategi pembinaan sumber daya manusia melalui penguatan disiplin, sportivitas dan regenerasi atlet nasional.

Dalam keterangannya usai peresmian Asrama Polisi Tunggal Paneluan Samarinda, Kapolri menegaskan bahwa Kapolri Cup menjadi ruang pencarian talenta muda yang diproyeksikan mampu bersaing pada level nasional maupun internasional.

“Hari ini saya melaksanakan kegiatan pembukaan kejuaraan Kapolri Cup. Kegiatan ini diikuti tidak hanya oleh anggota Polri saja namun juga masyarakat umum,” ujar Listyo Sigit.

Menurutnya, regenerasi atlet merupakan kebutuhan penting dalam pembangunan olahraga Indonesia. Pembinaan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dibangun melalui kompetisi yang konsisten dan berjenjang.

Ia menilai ajang seperti Kapolri Cup memiliki peran strategis untuk menemukan bibit-bibit potensial sejak dini, sekaligus menjadi sarana evaluasi kualitas atlet yang telah menjalani pembinaan.

“Harapan kita selain mendapatkan talent-talent baru yang bisa dipersiapkan mendukung event kejuaraan nasional maupun internasional, kegiatan ini juga menjadi bagian untuk terus mengelola dan mendapatkan atlet-atlet baru,” katanya.

Penyelenggaraan kejuaraan di Kalimantan Timur juga dinilai membawa dampak lebih luas di luar sektor olahraga. Kehadiran peserta, official dan pengunjung dari berbagai daerah disebut ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Selama kegiatan berlangsung, sejumlah pelaku UMKM lokal dilibatkan untuk menyediakan kebutuhan konsumsi maupun produk khas daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat penyelenggaraan event olahraga bagi masyarakat sekitar.

“Diharapkan kegiatan di Kalimantan Timur ini juga bisa mendorong masyarakat yang memiliki UMKM untuk bisa dikolaborasikan sehingga ini menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi semua,” tutur Kapolri.

Lebih jauh, Listyo menyebut Kapolri Cup merupakan bentuk sinergi antara Polri, Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI), pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa olahraga tidak hanya berbicara mengenai prestasi dan medali, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda. Nilai disiplin, daya juang dan fair play yang tumbuh dalam kompetisi olahraga dianggap menjadi modal penting menghadapi tantangan masa depan.

“Kita ingin menanamkan nilai disiplin, semangat, sportivitas dan fair play. Ini penting menjadi bekal bagi generasi kita menghadapi tantangan ke depan dan kita harus mempersiapkan SDM yang tangguh,” pungkasnya.

Digelarnya Kapolri Cup di Samarinda juga memperlihatkan semakin besarnya posisi Kalimantan Timur sebagai tuan rumah berbagai agenda nasional. Selain didukung infrastruktur olahraga yang memadai, posisi strategis Kaltim sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat daerah ini semakin sering menjadi pusat kegiatan berskala nasional.

Bagi dunia olahraga, kejuaraan tersebut menjadi momentum penting untuk gairah pembinaan atlet daerah.

Sementara bagi masyarakat, event itu membuka ruang kolaborasi baru antara olahraga, ekonomi kreatif dan pembangunan sumber daya manusia yang lebih kompetitif di masa depan.

(Yuliana w)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *