Bupati Kutim,Ardiansyah Sulaiman

Mediasiutama.com,KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat komitmen menghadirkan layanan dasar berupa listrik dan air bersih bagi masyarakat desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan dengan langkah konkret melalui koordinasi intensif bersama Perusahaan Listrik Negara dan Perusahaan Daerah Air Minum, agar distribusi energi serta pasokan air bersih dapat menjangkau seluruh desa di Kutai Timur, termasuk wilayah yang selama ini belum teraliri jaringan layanan dasar.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa akses terhadap listrik dan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
“Semua desa harus memilikinya agar masyarakat dapat hidup layak. Air dan listrik itu kebutuhan pokok, bukan sekadar fasilitas pelengkap,” ujar Ardiansyah Sulaiman belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa proses pemekaran wilayah yang membuat jumlah desa di Kutai Timur kini mencapai 152 desa membawa tantangan tersendiri dalam hal pemerataan layanan dasar, namun kondisi tersebut tidak boleh menjadi penghambat dalam pemenuhan hak masyarakat.
“Jumlah desa yang bertambah tidak menjadi alasan untuk melambatkan pelayanan. Justru pemerintah harus bekerja lebih cepat agar semua desa bisa menikmati listrik dan air bersih,” tegasnya.
Menurut Ardiansyah, Pemkab Kutim terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan PLN serta PDAM agar rencana perluasan jaringan dapat dilakukan secara terencana, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan yang terus berkembang.
Ia menilai bahwa pendataan yang akurat terkait kondisi desa, jumlah penduduk, serta kesiapan infrastruktur menjadi kunci agar program penyediaan listrik dan air bersih dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“PLN dan PDAM sudah kami ajak berkoordinasi secara berkelanjutan supaya energi dan air bersih benar-benar bisa tersedia secara merata di seluruh desa,” jelasnya.
Selain mengandalkan jaringan konvensional, Pemkab Kutim juga mulai mendorong pemanfaatan energi terbarukan berbasis komunitas, khususnya bagi desa-desa yang secara geografis sulit dijangkau oleh jaringan utama.
Energi surya, mikrohidro, dan biomassa menjadi beberapa alternatif yang terus dikaji dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah, sehingga desa dapat memiliki sumber energi mandiri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Energi terbarukan perlu dimanfaatkan secara optimal, karena bisa menjadi solusi bagi desa terpencil sekaligus mendukung kemandirian dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Ardiansyah.
Bupati Kutim juga menyampaikan apresiasi terhadap peran perusahaan swasta yang telah berkontribusi dalam membantu penyediaan akses listrik di sejumlah desa melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurutnya, keterlibatan sektor swasta menunjukkan bahwa penyediaan energi dan air bersih merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Beberapa perusahaan sudah ikut mendistribusikan listrik ke masyarakat, dan langkah seperti ini patut diapresiasi serta terus diperluas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menekankan bahwa keberhasilan pemerataan listrik dan air bersih tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan peran aktif PLN, PDAM, organisasi non-pemerintah, serta partisipasi masyarakat desa itu sendiri.
Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat dan perencanaan yang matang, Kutai Timur mampu mewujudkan desa-desa yang lebih maju, mandiri, dan memiliki akses layanan dasar yang layak bagi seluruh warganya.(Adv/Diskominfo Staper Kutim)

