February 15, 2026

Mediasiutama.com, Kutai Kartanegara – Sebuah tragedi kebakaran besar mengguncang Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 13.10 Wita. Dalam insiden memilukan ini, sebanyak 16 bangunan terdiri dari 13 pintu rumah kontrakan dan tiga bangunan pribadi hangus terbakar. Lebih menyedihkan lagi, tiga anak kecil ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam salah satu rumah yang terkunci.

Peristiwa ini dikonfirmasi oleh Muksin S.Sos, Kasi Pemadaman dan Investigasi Damkarmatan Kukar, yang mewakili Kepala Damkarmatan Kukar Fida Hurasani dalam laporan resmi yang dirilis pada Kamis sore.

Kebakaran pertama kali dilihat oleh Mursalim (34), warga RT 21 Sei Purun yang bekerja sebagai karyawan swasta. Ia mengaku mendengar suara tangis anak dari dalam salah satu unit kontrakan milik Risma, warga Pulau Atas Samarinda. Unit tersebut dihuni keluarga Winda Amelia Putri.

“Saya lihat asap tebal keluar dari jendela. Waktu saya mendekat, terdengar suara anak menangis, tapi pintunya terkunci kuat,” ujar Mursalim dalam keterangannya. Ia lalu memanggil warga untuk membantu memadamkan api dan berusaha mendobrak pintu, tetapi api telah berkembang terlalu cepat.

Ketiga korban yang meninggal masing-masing diidentifikasi dengan inisial sesuai permintaan keluarga:

1. A.A.A, 6 tahun, lahir di Sungai Meriam (9 Oktober 2019)

2. A.R, 4 tahun, lahir di Mamuju, Sulawesi Barat (15 Maret 2021)

3. A.C.P, 1 tahun 3 bulan, lahir di Balikpapan (27 Agustus 2024)

Ketua RT 21, Siti Rahana, menuturkan bahwa warga sudah berupaya sekuat tenaga memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat kobaran api menjalar sangat cepat. Upaya mendobrak pintu pun berlangsung lama karena kondisi bangunan yang sudah mulai dilahap api.

“Ketika pintu berhasil dibuka, ruangan sudah penuh asap dan api. Anak-anak tidak bisa diselamatkan,” ujarnya dengan suara lirih.

Tim pemadam dari Anggana dan Samarinda, termasuk sejumlah relawan seperti Barokah Perkasa Grup, MPS, Relawan Sudomulyo, Sungai Lais, dan Sei Kapih (Makroman), tiba bergantian. Api berhasil dipadamkan total pada pukul 15.30 Wita setelah lebih dari dua jam upaya pemadaman intensif.

Muksin menjelaskan bahwa investigasi awal menunjukkan titik api berasal dari rumah yang ditempati Winda Amelia. Pada saat kejadian, ia disebut sedang keluar untuk berbelanja dan meninggalkan ketiga anaknya di dalam rumah yang terkunci.

“Tim akan melakukan pemeriksaan lebih rinci untuk memastikan sumber panas, pola rambatan api, dan keterangan saksi-saksi. Investigasi akan dilakukan secara teliti dan transparan,” tegasnya.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Sungai Meriam yang mengenal para korban sebagai anak-anak ceria yang sering bermain bersama di sekitar lingkungan RT. Warga kini membentuk kelompok dukungan bagi keluarga korban yang mengalami duka mendalam dan kehilangan harta benda.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga tengah menyiapkan bantuan darurat berupa hunian sementara, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya. Sementara itu, Damkarmatan Kukar masih melanjutkan investigasi lengkap untuk memastikan penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa di kemudian hari.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *