April 6, 2026

Mediasiutama.com, Sangasanga, Kutai Kartanegara – Kelurahan Sangasanga Dalam menegaskan bahwa perayaan Merah Putih bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum kolektif untuk memperkuat identitas kebangsaan sekaligus menggerakkan potensi sosial dan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut tercermin dari kesiapan kelurahan dalam menyambut rangkaian acara Merah Putih yang akan digelar pada 27 Januari 2026, dengan melibatkan seluruh elemen warga secara aktif dan berkelanjutan.

Dalam wawancara eksklusif di Kantor Kelurahan Sangasanga Dalam, Jumat (23/01/2026), Lurah Sri Wahyuni Ermawati menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir dengan mengedepankan semangat gotong royong. Mulai dari penataan lingkungan, pemasangan atribut kemerdekaan, hingga penguatan sektor ekonomi kerakyatan melalui pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seluruhnya dirancang sebagai satu kesatuan perayaan yang inklusif.

Salah satu agenda utama adalah Ekspo UMKM yang akan dipusatkan di sekitar Lapangan Merah Putih Kecamatan Sangasanga. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus penguatan jaringan usaha lokal. Sementara itu, upacara resmi akan berlangsung di Monumen Palagan Sangasanga dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara.

Pada hari yang sama, kelurahan juga akan meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dirangkai dengan Pesta Rakyat, menghadirkan pertunjukan seni, hiburan, dan aktivitas kebersamaan warga.

“Kami melibatkan seluruh RT, ada 24 RT di Sangasanga Dalam, bersama RW, PKK, LPM, dan Karang Taruna. Prinsipnya, acara ini milik bersama, bukan hanya pemerintah,” ujar Sri Wahyuni. Ia menambahkan, penyebaran informasi dilakukan secara masif melalui surat resmi, media massa lokal, serta media sosial, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat merasa menjadi bagian dari perayaan.

Keterbatasan sarana dan anggaran tidak menjadi penghalang utama. Kelurahan mengandalkan swadaya dan partisipasi warga, termasuk dalam pemasangan umbul-umbul dan dekorasi lingkungan. Koordinasi pengamanan juga dilakukan secara intensif dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, unsur kepolisian, serta relawan Kota Juang dan Damkarmatan Sangasanga yang turut memberikan dukungan sosial di lapangan.

Di tengah tantangan penyesuaian anggaran pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dukungan tetap mengalir dari Dinas Pariwisata dan Dispora Kutai Kartanegara. Kegiatan Goes Kota Juang dari Tenggarong ke Sangasanga serta Jumba Bersama di kawasan RTH menjadi bukti sinergi lintas sektor yang tetap terjaga.

Rangkaian kegiatan juga diawali dengan doa bersama pada 25 Januari 2026 di Masjid Al-Mukaroma, melibatkan tokoh agama dan masyarakat sebagai wujud refleksi spiritual menjelang perayaan.

Melalui peringatan Merah Putih ini, Kelurahan Sangasanga Dalam berharap tercipta pemerataan kesejahteraan, meningkatnya ekonomi lokal, terjaganya kerukunan sosial, serta lahirnya generasi muda yang siap menjadi pelopor pembangunan daerah. “Kami ingin Sangasanga terus dikenal sebagai daerah bersejarah yang hidup, berkembang, dan memberi manfaat nyata bagi warganya,” tutup Sri Wahyuni dengan penuh optimisme.(Yuliana W)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *